oleh

Pimpinan CIMB Niaga Ditetapkan Menjadi Tersangka Kasus Sertipikat Ganda

anda ingin cepat kaya kerja sambil jalan - jalan di luar negeri? dan dapatkan gaji jutaan rupiah!! hubungi 0821-3869-9954

Mitrapost.com, Pati – Polres Pati menetapkan salah satu pimpinan Bank CIMB Niaga, Djoko Prajitno Oetomo sebagai tersangka. Bersangkutan ditetapkan menjadi tersangka karena diduga lalai dalam menjual aset berupa rumah dan tanah di Desa Mojoagung, Trangkil yang ternyata diketahui bersertifikat ganda.

Kapolres Pati melalui Kasat Reskrim Polres Pati AKP Galih Wisnu Pradipta mengatakan tersangka diduga tidak melaksanakan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan ketaatan bank terhadap ketentuan Undang-undang dan ketentuan Peraturan Perundang-undangan yang lainnya yang berlaku sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 ayat 2 huruf b UU Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan.

Dalam pasal itu menjelaskan anggota dewan komisaris, direksi atau pegawai bank yang dengan sengaja tidak melaksanakan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan bank terhadap ketentuan dalam UU Nomor 10 Tahun 1998, diancam dengan pidana penjara sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun dan paling lama 8 (delapan) tahun, serta denda sekurang-kurangnya Rp 5 miliar dan paling banyak 100 miliar.

Baca Juga :   Polrestabes Semarang Berhasil Bekuk Dalang Pelaku Perampokan Uang Rp561 Juta

Sementara itu, Nimerodi Gulo, kuasa hukum dari Mashuri Cahyadi yang merupakan korban dugaan penipuan Bank CIMB Niaga mengatakan, saat itu Kuswantoro mengajukan kredit kepada Bank CIMB Niaga. Tim kredit CIMB Niaga meminta berkas-berkas persyaratan untuk diteliti.

Bila dinyatakan lengkap, Tim Kredit meminta kepada Tim Appraisal untuk melakukan verifikasi di lapangan. Hasilnya, Tim Appraisal meminta kepada Tim Kredit untuk berhati-hati, karena sertifikat yang diagunkan kepada CIMB Niaga ada yang memiliki selain Kuswantoro, yakni Abraham Sunoto.

“Kalau CIMB Niaga itu hati-hati, mestinya saran dari Appraisal dicermati dengan mengecek di Badan Pertanahan Nasional (BPN). Ternyata itu tidak diindahkan dan akad kredit disetujui pada 15 September 2006. Setelah ada kredit, baru CIMB Niaga menjawab rekomendasi dari appraisal dengan membuat surat tanda tangan atas nama Sunoto dan istrinya, tanah dan rumah itu disewa,” terang Nimerodo Gulo.

Baca Juga :   BPN Mengungkap Alasan Sengketa Tanah Selalu Berulang

Lebih lanjut, Nimerodo Gulo surat sewa yang ada itu sangat mengindikasikan ketidakberesan CIMB Niaga untuk menghindari saran dari appraisal. Terlebih, surat sewa tersebut dinyatakan palsu setelah dicek di Labkrim Mabes Polri. tertanggal 17 September 2006, setelah kredit berjalan pada 15 September 2006. (Tim).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Googlenews. silahkan Klik Tautan https://bit.ly/googlenewsmitrapost dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Video Viral