Ahmad Saefudin Sukses Kembangkan Usaha Jamur Tiram

0
1334
Ahmad Saefudin Menjelaskan Kepada Puluhan Pelajar MAN 1 Pati/ Anto/ mitrapost.com

Mitrapost.com, Gembong, Pati – Melihat peluang budidaya jamur di kabupaten pati cukup menjanjikan, salah satu warga desa ngembes kecamatan gembong berhasil membudidayakan aneka jenis jamur tiram.

Hal itu juga karena melimpahnya serbuk gergaji di desa ngembes kecamatan gembong pati, membuat ahmad saefudin warga desa setempat untuk memanfaatkan sebagai  media untuk mengembangkan bisnis jamur tiramnya.

“Awalnya di daerah gembong itu banyak serbuk gergaji yang melimpah, sehingga saya berpikir untuk memanfaatkannya dengan memanfaatkan serbuk gergaji dengan media budidaya jamur tiram,” ujar Ahmad Saefudin.

Menurutnya, budidaya jamur memiliki peluang pangsa pasar yang memiliki prospek usaha yang cukup menjanjikan.

Berkat kerja kerasnya membangun usaha budidaya jamur beberapa tahun lalu itu, tak jarang masyarakat dari daerah lain untuk belajar budidaya jamur, bahkan kemarin (20/03/2017) puluhan pelajar MAN 1 Pati melakukan study banding budidaya jamur ditempatnya.

“Hari ini, saya kedatangan tamu dari MAN 1 pati, mereka melakukan study banding dan observasi, bagaimana teknik-teknik membudidaya jamur, khususnya jamur tiram putih,” ungkapnya.

Menurut pria yang sering disapa udin tersebut, banyak jenis jamur yang sedang dikembangkanannya, diantaranya, jamur tiram putih, jamur tiram coklat, Shintake, Jamur kuping, namun yang paling laris di cari oleh masyarakat yakni jenis jamur tiram putih, yang harganya mencapai Rp. 10 ribu rupiah per kilonya.

Sementara itu, Dwi Setyo Asih, siswi MAN 1 Pati mengungkapkan didampingi dengan guru pembimbingnya dan puluhan siswa lainnya berkunjung guna melakukan observasi budidaya jamur di Rt. 3 Rw. 11 Desa Ngembes, Kecamatan Gembong, Pati.

 “Dari sekolah kami ada program sekolah adiwiyata, dengan kita observasi kesini, nanti dari guru diberikan tempat pembibitan jamur yang ilmunya kami peroleh dari sini,” ungkap siswi, Dwi Setyo Asih.

Dengan belajar budidaya jamur di lokasi tersebut, menurut Dwi Sety Asih, dirinya  mendapatkan pengalaman baru, bahkan sepengetahuannya proses produksi jamur sederhana, hanya menyediakan sebuk gergaji, bibit dan perawatanya menggunakan air, tapi ternyata banyak komponen-komponen pendukung lainnya.

“Ternyata selain banyak komponen-komponen lainnya, dari sisi pemasaran tidak hanya di pasar, ternyata sampai luar jawa, peluang usahanya juga besar,” tambahnya. (Anto/syifa).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here