Dewangga Droping Air Bersih 2 Desa Di Perbatasan Blora

0
87
H. Endro Dwi cahyono Membantu Warga Saat Droping Air Bersih Di Pucakwangi

Pucakwangi, Pati – Biro Perjalanan umroh dan haji Dewangga Lil Hajj Wal Umroh kembali menunjukkan kepeduliannya dalam membantu masyarakat Pati. Jumat (22/9) kemarin biro jasa yang berada di jalan Pati – Tayu KM 1 menyalurkan lima tangki air bersih untuk dua desa di Kecamatan Pucakwangi.

Dua desa yang dipilih merupakan daerah pinggiran yang cukup parah terdampak kekeringan. Desa itu adalah Desa Mencon dan Desa Mojoagung. Datangnya bantuan air bersih itu pun disambut antusias oleh masyarakat disana. Pasalnya bantuan air bersih di sana sangatlah minim diberikan, bahkan ada yang belum tersentuh bantuan.

“Di Desa Mencon ini sudah empat bulan lebih kekeringan tapi bantuan air, baru diberikan BPBD sekali. Tentu bantuan dari Dewangga ini begitu membantu kami karena jika tidak ada bantuan kami harus jalan dua kilometer ke tengah sawah atau hutan untuk mencari sumber air. Itupun harus dengan membawa ember,”ujar Mbah Girah (72), warga Desa Mencon kemarin.

Bahkan di Desa Mojoagung yang berada di dekat Blora hingga Jumat (22/9) belum tersentuh bantuan air bersih. Alhasil warga setempat harus rela berjalan ratusan meter dengan medan berbukit yang terjal untuk ngangsu air.

Sulitnya kondisi yang dihadapi oleh warga Pucakwangi itulah yang kemudian menggugah Endro Dwi Cahyono, pengusaha muda yang juga Direktur PT Dewangga Lil Hajj Wal Umroh untuk turut membantu masyarakat dan sebagai bentuk empati dengan kondisi masyarakat.

“Ini menjadi bentuk kepedulian kami. Karena kami yakin dengan kesetiakawanan sosial sudah menjadi nilai luhur bangsa dan membuat Indonesia mampu bertahan dan berkembang. Oleh karenanya sebagai pemuda, saya juga merasa sepenanggungan dengan warga disini,”ujar Endro Dwi Cahyono.

Dirinya juga mengajak teman-teman pengusaha maupun elemen masyarakat lain untuk dapat bergerak bersama-sama membantu warga yang terkena musibah kekeringan ini. Dia juga mengatakan tidak perlu memikirkan besar dan kecilnya bantuan yang diberikan.

“Bila di desa lain masih membutuhkan bukan tidak mungkin kami mengadakan lagi. Karena ini bentuk empati sekaligus CSR. Karena pedoman kami tidak hanya berbisnis untuk mencari keuntungan tapi juga harus mengedepankan nilai sosialnya,”tambah pria yang juga menjabat sebagai Ketua AMPHURI Jateng & DIY ini.

Reporter : Dian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here