oleh

Tak Pandang Bulu, Satpol PP bersama Tim Gabungan Sasar Semua Tempat Karaoke

Kota, Pati – Satpol PP bersama tim gabungan TNI Polri kembali mengadakan operasi tempat karaoke, pada malam ini sabtu (13/1) sasaran yang dituju adalah hotel baik yang biasa maupun berbintang, serta cafe karaoke sekitar Kecamatan Margorejo.
Dalam apel bersama dengan tim gabungan, Riyoso menegaskan penegakan Perda Nomor 8 Tahun 2013 tentang kepariwisataan yang di kategorikan sebagai sasaran antara lain pemandu karoke harus memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA), pakaian serta tata ruang transparan sesuai ukuran yang ada di Perda.
Titik awal dimulai operasi itu, Satpol PP bersama dengan tim gabungan bergerak dari Kantor Satpol PP menuju arah barat menuju cafe karaoke natalia, MDK, Mars, dan Mutiara. Namun cafe karaoke yang berjejer ini tutup. Selanjutnya tim gabungan melanjutkan operasi menuju hotel MJ, disini banyak ditemukan hal-hal yang melanggar Perda.
Setelah hotel MJ tim melanjutkan operasi ke cafe permata dan cafe the boss, kedua tempat tersebut pun sama, masih banyak hal-hal yang melanggar Perda Nomor 8 tahun 2013 tentang kepariwisataan.
Lalu operasi dilanjutkan ke hotel New Merdeka, temuan di tempat tersebut hampir sama dengan tempat-tempat lainnya ditambah dengan jumlah pemandu karaoke hingga berjumlah 13 orang. Titik akhir operasi menuju ke hotel ONE dijalan Agil Kusumadya, temuan disini pun hampir sama dengan hotel-hotel sebelumnya.
Riyoso Pelaksana Tugas Kepala Satpol PP menegaskan operasi tersebut juga sekaligus memberikan sosialisasi penegakkan  Perda Nomor 8 tahun 2013. Baik pengelola hotel maupun pengelola cafe karaoke yang ilegal untuk segera ditutup.
“Bila hotel yang mendapat fasilitas karoke pun harap diperhatikan, ada pun aturan aturan perda yang harus ditaati sebagai contoh yang banyak dilanggar seperti tata ruang transparan yang tidak ada, toilet tidak boleh dalam ruangan,LC atau pemandu karoke yang banyak tak memiliki KTA yang tak kalah penting dalam berpakain pun harus standart Perda, walaupun hotel berbintang yang ada fasilitas karaoke,” ungkap Riyoso.
Untuk itulah, ia mengharapkan semua cafe karaoke juga hotel berfasilitas karaoke untuk mematuhi Perda Nomor 8 tahun 2013 tentang kepariwisataan. Bila tidak diindahkan kami selaku penegak Perda bersama tim gabungan TNI, POLRI akan melakukan penegakan tersebut.
“Dengan cara seperti ini akan sering kita lakukan. Bilamana masih melanggar Perda itu, lebih lebih khusus karaoke ilegal, akan dilakukan penutupan paksa nantinya dan bila hotel yang berfasilitas karoke masih melanggar peraturan-peraturan yang ada di Perda ini, maka kemungkinan akan dicabut fasilitas hotel tersebut,” Pungkasnya. (Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed