oleh

Berpihak pada Petani, Pemkab dan DPRD Pati Tolak Kebijakan Impor Beras 500.000 ton

Kota,  Pati – Ratusan petani yang berasal dari Kecamatan Sukolilo melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Pati menolak impor beras yang dilakukan Pemerintah Pusat. Mereka menyerukan Pemerintah Daerah untuk menyuarkan penolakan impor beras yang dilakukan oleh Menteri Perdagangan.

Ali badrudin Ketua DPRD Pati yang menemui para petani mengungkapkan kebijakan Pemerintah Pusat untuk melakukan impor beras merupakan kebijakan yang kurang tepat. Karena bulan Januari hingga Februari ini sudah musim panen raya.
“Tuntutan petani yang tergabung dalam kelompok Tani Berdikari yang mana teman-teman itu adalah menolak kebijaksanaan yang dilakukan oleh Menteri Perdagangan untuk impor beras 500.000 ton,  karena 500.000 ton diimpor pada saat musim panen raya mulai dari Januari Februari,” jelas Ali badrudin kepada mitrapost.com di depan Kantor DPRD Kabupaten Pati Senin (22/1).
Selain itu, dengan adanya kebijakan impor beras sangat membuat sengsara para petani. Mengingat mayoritas penduduk Kabupaten Pati adalah petani.
“Menurut saya selaku pimpinan DPRD Kabupaten Pati kebijaksanaan yang kurang tepat,  karena kita ini wakil rakyat dipilih rakyat kita harus berpihak pada rakyat,  kita dipilih juga dari rakyat. Hampir mata pencahariannya sebagai petani kita itu impor tidak masalah dilakukan pada saat waktu yang tepat,  saat dihitung stok beras jauh-jauh hari kan sudah ada petugasnya dari pemerintah disebut apa yang menjadi kebijaksanaan,” tambahnya.
Sementara itu Asisten II Pemerintah Kabupaten Pati Edi Sulistiyono menuturkan aksi para petani tersebut wajib diapresiasi karena saat-saat ini merupakan musim panen raya. Sehingga impor beras seharusnya tidak harus dilakukan.
“Kelompok Tani Berdikari memang kita apresiasi yang menuntut tidak dilakukan impor beras.  Karena periode ini dalam musim panen raya,” tandas Edi Sulistiyono.
Reporter : Dian Utoro Aji

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed