oleh

Sosok KH Nur Rohmat dimata Putranya

Kota, Pati – Kabupaten Pati kehilangan sosok kiai kharismatik Pendiri Yayasan Pondok Pesantren Al’istianah desa Plangitan Kecamatan Pati, KH Nur Rohmat yang telah meninggal dunia Jumat sore kemarin (16/2). Selain dikenal sebagai pangasuh pondok pesantren beliau juga pernah mengabdikan diri di Kepolisian.

Dimata putranya Imam Sya’roni atau yang sering dipanggil akrab Gus Roni. Sosok KH Nur Rohmat dikenal sebagai pengayom dan seorang pendidik yang cinta kepada NKRI. KH Nur Rohmat selalu berharap kepada anak didiknya agar dapat bermanfaat untuk Negara dan Agama.

“Beliau seorang pengayom, seorang pendidik, yang sangat cinta kepada NKRI,  dengan sangat cinta kepada semua anak didiknya dengan harapan mereka kelak menjadi bermanfaat untuk Negara itu keinginan bapak. Sehingga dengan cara apa saja,  anak-anak iti harus pintar dan berhasil, ” jelas Putra KH Nur Rohmat, Imam Sya’roni.

Bahkan anak-anak didik yang berasal dari Yayasan Al isti’anah dengan total 17 mahasiswa berangkat dengan mendapatkan beasiswa ke Mesir.“Alhamdulillah hari ini ada 17 mahasiswa yang diberangkatkan beasiswa ke Mesir.  Itu semua tujuannya tidak lain, mereka berguna bagi Agama dan Negara,” imbuhnya
Menurutnya, sosok KH Nur Rohmat sangat mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), harapan itu pun disematkan kepada anak didiknya di Yayasan Al’istianah agar bermanfaat bagi Negara dan Agama dikemudian hari.

“Kalau terkait nasionalis Bapak itu sangat cinta sekali NKRI,  itu bisa dilihat dari pidatonya,  bapak mengatakan NKRI harga mati sedumuk batuk senyari bumi,  dengan harapan anak anak pendidikan dari Al’ Istianah menjadi anak-anak yang bermanfaat dikemudian hari,” pungkasnya.

KH Nur Rohmat kelahiran 23 Mei 1959 anak dari Masruki dan Marjatun meninggalkan istri dan 3 anak. KH Nur Rohmat selain aktif didunia pendidikan juga berkesinambung di Kepolisian dengan pangkat terakhir Brigadir. KH Nur Rohmat dimakamkan di area Pondok Pesantren Al’ Istianah pada hari Sabtu (17/2) dengan diantar ribuan santri-santriwati yang ikut melayat. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed