oleh

Trotoar di Pati Masih dikeluhkan Kaum Difabel

Pati, Kota –  Fasilitas umum atau trotoar untuk jalan kaki yang selesai dibangun Pemkab Pati, masih banyak dikeluhkan kaum difabel atau penyandang cacat. Terutama trotoar yang ada di sebelah selatan jalur pantura turut Desa Sukoharjo Kecamatan Margorejo.
Kontruksi bangunan seperti trotoar untuk penjalan kaki di sebagian tempat masih belum ramah terhadap kaum penyandang cacat (difabel). Karena, konstruksi bangunan masih terdapat kekurangan yang perlu diperbaiki.
Ketua Paguyuban Penyandang Difabel Indonesia (PPDI) Kabupaten Pati Suratno menilai, fasilitas umum seperti trotoar yang selesai dibangun Pemkab Pati, masih kurang ramah bagi kaum difabel.
“Itu terlalu tinggi dan juga tidak disertai tanda-tanda khusus. Kalau para kaum difabel mau naik trotoar, apalagi ketika sampai ke penghujung jalan, itu bisa-bisa langsung masuk gorong-gorong. Apalagi  untuk pengguna kursi roda itu, sangat-sangat belum aksesable,” tutur Suratno.
Suratno berharap, pihaknya selalu dilibatkan dalam pembangunan fasilitas-fasilitas umum, sehingga kaum difabel dapat turut menggunakannya.
Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Hj Muntamah menilai  memang semua fasilitas di Kabupaten Pati hampir semuanya belum ramah terhadap difabel.
“Harapan kami sarana prasarana infrastruktur harus berpihak juga kepada penyandang difabel. Ini memang kewajiban Pemerintah untuk memberikan fasilitas yang dapat diakses penyandang difabel,” terangnya kepada mitrapost.com
Salah satu konstruksi bangunan trotoar yang dinilai masih perlu perbaikan agar lebih dapat diakses penyandang difabel, salah satunya ada di sebelah timur Gudang Bulog turut Desa Sukoharjo Kecamatan Margorejo. Diujung trotoar itu, tanpa ada pembatas dan tanda-tanda, bila penyandang difabel tuna netra yang menggunakannya, akan langsung terjatuh dan masuk saluran air sedalam 1,5 meter. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed