oleh

Dispertan Pati Berdayakan Kelompok Tani untuk Mengelola Tanaman Cokelat

Laporan Khusus Wartawan mitrapost.com Dian Atoro Aji
Gunungwungkal, Pati – Siapa sangka di wilayah Kabupaten Pati ternyata ada tempat pusat cokelat. Nah cokelat yang sering dinikmati semua orang ini, berasal dari biji kakao, tanaman tersebut banyak terdapat di Desa Jrahi Kecamatan Gunungwungkal Pati. Meskipun begitu petani masih minim pengetahuan bagaimana pengolahan biji kakao menjadi bahan makanan yang memiliki nilai ekonomi lebih.
Pada umumnya petani tersebut, hanya sebatas menjual biji kakao yang sudah kering kepada tengkulak. Sebagai upaya untuk memberikan pengetahuan sekaligus memberikan bimbingan, Pemerintah Kabupaten Pati melalui Dinas Pertanian Kabupaten Pati melakukan Bimbingan Teknis Penanganan Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Pertanian Tahun Anggaran 2018 yang diikuti oleh kelompok Tani “Rukun Tani Nglorah” Desa Jrahi Kecamatan Gunungwungkal Senin pagi (26/2).
Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Pati Ir. Tri Heny Christiati, MM mengungkapkan potensi tanaman perkebunan di Desa Jrahi ini sangat luar biasa, terutama kakao. Namun menurutnya petani di desa tersebut masih minim pengetahuan akan pengolahan biji kakao, menjadi setengah jadi hingga menjadi bahan makanan jadi yang memiliki nilai lebih di pasaran. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memotivasi anggota kelompok agar merawat kembali tanamannya hingga mendapatkan produksi tinggi.
Karena Sampai dengan hari ini menurut Kabid Perkebunan itu, petani masih tetap bertahan hanya sekedar menanam tanaman kakao. Sebelumnya dua tahun yang lalu melalui Dinas Kehutanan perkebunan desa jrahi mendapatkan bantuan unit pegolahan kakao namun baru terbatas mulai dari alat pengupas kulit, oven, fermentasi, dan juga kupas kulit.
“Petani belum mampu memproses biji kakao menjadi bahan setengah jadi,  karena belum adanya alat-alat, misal : alat sangrai,  pembubuk, pasta dan packaging. Untuk meningkatkan nilai jual biji kakao tsb,  kelompok mengusulkan bantuan alat tsb.  Sehingga biji kakao dapat diolah menjadi bahan setengah jadi, menjadi bahan makanan yg lain,” jelas Heny kepada mitrapost.com Senin (26/2).
Dengan adanya bimbingan pengolahan cokelat menjadi bahan makanan lain, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat yang mayoritas adalah petani kakao.
Setelah petani mampu mengolah menjadi berbagai varian makanan dapat dipasarkan. Apalagi di desa Jrahi ini potensi wisata sangat mendukung antara lain adanya embung mini, air terjun, wihara serta pesona alam dengan berbagai komoditas dan perkebunan maupun hortikultura sehingga desa Jrahi ke depan bisa menjadi desa wisata,”tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut peserta mayoritas perempuan diberikan bimbingan 3 narasumber yang berasal dari Jember Jawa Timur untuk pengelolaan biji kakao menjadi makanan seperti choco pie, choco muffin, choco chiep chokies, chocolate praline dan mie coklat.
“Kita ini tidak hanya untuk membantu ibu-ibu yang cuman hanya bisa menjual biji kakao kering, tetapi hasil olahan yang kita ajarkan kali ini, satu macam choco pie, choco muffin, choco chiep chokies, chocolate praline dan mi coklat,” jelas Sofi salah satu narasumber.
Menurutnya biji kakao ini bisa dibuat dengan macam-macam olahan makanan dengan nilai lebih di pasaran.
“Karena selama ini, ibu-ibu ini tidak tahu biji kakao itu, bisa dibuat apa saja. Banyak olahan yang bisa terbuat dari coklat,”imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Rukun Tani Dusun Nglurah Desa Jrahi Kecamatan Gunungwungkal Sunarto menyambut baik adanya bimbingan tersebut. Lantaran menurutnya kegiatan tersebut dapat memberikan pengetahuan baru, sekaligus kedepannya dapat pula meningkatkan perekonomian petani kakao yang ada di desa tersebut.
“Kalau disini ada bantuan dari dinas masalah pengolahan biji kakao menjadi bahan olahan makanan sangat membantu warga di sini, saya sangat senang sekali. Harapan saya bisa menunjang ekonomi kelompok Tani,” harap Sunarto.
Gunawan, S. Hut, M.Si Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan selaku pelaksana kegiatan berharap bimtek itu bisa mewujudkan Jrahi sebagai kampung cokelatnya Pati, pusat oleh-oleh aneka produk berbahan cokelat khas Pati.
Kegiatan bimbingan penanganan pasca panen dan pengolahan hasil pertanian tahun anggaran 2018 berlangsung selama dua hari terhitung sejak Senin (26/2) hingga Selasa (27/2) yang diikuti anggota kelompok tani  baik laki-laki maupun perempuan, kepala desa, penyuluh pertanian, dan penyuluh kehutanan. (Adv).
 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Googlenews. silahkan Klik Tautan https://bit.ly/googlenewsmitrapost dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Video Viral