Tuntutan Tidak di Kabulkan, 4 LMDH BKPH Regaloh Pati Akan Temui Presiden

0
121
Ruslan tokoh masyarakat seusai melakukan audiensi kepada pihak KPH Pati

Kota,  Pati – 4 Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Regaloh, kembali mendatangi KPH Pati untuk melakukan aksi menolakan terkait rencana kerjasama budidaya tebu oleh PT Perkebunan Nasional (PT PN) IX di lahan Perum Perhutani Pati.

Ruslan tokoh masyarakat menuturkan seusai dengan surat edaran dari kepala Divisi Jawa Tengah tentang PT Perkebunan Nusantara IX yang berencana bekerjasama perhutani KPH se-Jawa tengah. Untuk KPH Pati dengan tegas menolak hal tersebut.

“Yang jelas kami menolaknya.  Karena dengan menanam tebu, rawan terjadi kebakaran, rawan adanya kekeringan, dampak dari itu mengurangi daripada pendapatan dari masyarakat,” jelasnya.

Bahkan pihaknya bersama 4 LMDH wilayah bagian kesatuan pemangku BKPH regaloh. Jika tuntutan mereka tidak dikabulkan, bahkan berencana akan mendatangi istana Presiden, untuk melakukan aksinya.

“Kalau ini masih berjalan langsung. Kalau perlu kami akan melakukan aksi kembali, kalau perlu menghadap ke Presiden,” tegasnya.

Sementara itu, menanggapi tuntutan tersebut. Pihak KPH Pati akan memfasilitasi 4 LMDH tersebut untuk melakukan audiensi langsung kepada PT PN IX yaitu PG Rendeng Kudus.

“Ada tindaklanjutnya bertemu dengan PT PN IX langsung dan teman-teman mendengarkan langsung.  Kalau  ini dengan saya besok mereka dengan pihak yang dituju langsung. Mudah-mudahan semakin clear dan akhirnya semua bisa menerima,” kata Administrator KKPH Perum Perhutani Pati Ahmad taufik.

Menurutnya wacana akan budidaya tebu di lahan perhutani Pati merupakan langkah pemerintah pusat untuk meningkatkan kemandirian ekonomi. Bahkan menurutnya tidak hanya PT PN IX saja yang kemudian melakukan kerjasama. Namun juga dengan PT PN lainnya seperti di Jawa barat, Jakarta, dan Jawa Tengah.

“Jadi ini merupakan mandatory pemerintah melalui antara direktur Perhutani Jakarta dengan direktur dari PT PN IX. Tidak hanya dengan PT PN IX tapi juga dengan  PT PN yang lain. Hal tersebutsebagai ;langka mengantisipasi krisis gula yang sudah terjadi seperti di Jawa Barat.,” pungkasnya.

Reporter : DianUAji

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here