Terendam Banjir, Tanaman Padi Milik Petani Terancam Gagal Panen

1
101
Perangkat Desa Kalimulyo Jakenan menunjukkan tanaman padi pasca tergenang banjir/ Photo. mitrapost.com (Dian Utoro Aji)

Jakenan, Pati – Meluapnya sungai silugonggo kemarin, setidaknya sekitar 78 hektar lahan pertanian di Desa Kalimulyo Kecamatan Jakenan terancam hasilnya kurang bagus. Lantaran selama dua hari kemarin terendam banjir hingga ketinggian 60 cm.

Muhammad Ismail Perangkat Desa Kalimulyo menuturkan ketinggian air yang merendam persawahan milik warga sempat mencapai 60 cm. Namun curah hujan yang turun, menyebabkan genangan air di lahan pertanian berangsur surut.

“Lahan sawah yang terendam banjir ada sekitar 78 hektar, itu saat tanaman padi sudah akan mulai dipanen. Hingga hari Jumat pagi (9/2) alhamdulillah genangan air berangsur surut,” jelasnya kepada mitrapost.com.

Akibat dari genangan air yang merendam tanaman padi milik petani di Desa Kalimulyo Kecamatan Jakenan hasil panen padi terancam kurang bagus.

“Hasil panennya kurang bagus. Merosot hingga 50 persen akibat tanaman padi yang hendak dipanen terendam banjir,” imbuhnya.

Menurutnya sebagian besar petani yang ada di Desa Kalimulyo Kecamatan Jakenan berasal dari air sungai silugongg. Namun ada beberapa lahan sawah petani yang mengandalkan air dari tadah hujan. 

“Ada sebagian air irigasinya yang tergantung pada sungai silugonggo, namun juga ada yang memang tergantung sawah tadah hujan. Tanaman terendam banjir dari satu dua hari sudah surut. Luapan dari sungai silugongg yang merupakan kiriman dari wilayah selatan,” pungkasnya.

Pihaknya berharap tanaman padi yang hendak dipanen kurang lebih 2 minggu lagi tersebut tidak mengalami gagal panen. Lantaran curah hujan yang tinggi masih kemungkinan terjadi di wilayah Kabupaten Pati.

Reporter : DianUaji

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here