Firman Soebagyo Segera Evaluasi Penyedia Asuransi Pertanian

Laporan Wartawan, Dian Utoro Aji & Ni'mah Asyifa

1
47
Photo. mitrapost.com/ Dokumentasi

Kota,  Pati –  Petani padi di Indonesia yang mengalami gagal panen akibat kekeringan, banjir, maupun serangan hama bisa mendapat ganti rugi dari Pemerintah melalui Asuransi Pertanian.

Hal itu diungkapkan oleh Firman Soebagyo Anggota Komisi IV DPR RI saat diwawancara melalui sambungan telepon oleh wartawan mitrapost.com kemarin (25/2).

“Sebuah asuransi itu adalah sebagai solusi. Harapannya kalau ada bencana atau gagal panen,  para petani bisa klaim dengan asuransi pertanian,” jelas Firman Soebagyo.

Asuransi Pertanian yang digagas oleh DPR RI ketika menyusun Undang-Undang perlindungan pemberdayaan petani merupakan salah satu hasil dari kunjungan lapangan oleh para petani yang  mengeluh lantaran saat terjadi bencana atau gagal panen sering mendapatkan hambatan untuk recovery pasca kejadian itu.

“Karena recovery dari pemerintah ini sangat lambat,  seperti pemberian benih. Prosesnya itu mata rantainya sangat panjang, yang seharusnya sudah menanam,  tidak bisa menanam karena prosesnya cukup lama,” tambah Firman Soebagyo.

Program asuransipun ungkap FS sapaan akrab Firman Soebagyo itu petani akan mendapatkan subsidi dari pemerintah pusat. Dimana Pemerintah Pusat memberikan subsidi 80 persen dari total 180 ribu perhektar yang harus dibayar petani. Sehingga petani hanya perlu mengeluarkan uang 36 ribu perhektarnya.

Namun menurut Firman Soebagyo faktanya di Indonesia perusahaan asuransi yang ditunjuk oleh pemerintah itu justru terbalik. Perusahaan Asuransi justru memilih lahan pertanian yang tidak beresiko tinggi terdampak bencana alam.

“Artinya dalam hal ini, tidak sesuai dengan target yang kita sasarkan.  Kita melakukan evaluasi yang kemudian nanti betul-betul sesuai dengan sasaran yang kita harapkan,” kata Firman Seobagyo.

Dirinya berharap seharusnya perusahaan asuransi tidak milih-milih lahan yang beresiko, namun justru lahan yang beresiko menjadi prioritas.  Sehingga petani yang kemudian tidak dirugikan.

Sementara itu,  saat ini petani yang menggunakan asuransi belum banyak,  karena anggaran pemerintah terbatas,  dan kemudian juga lahan pertanian yang harus di cover juga banyak.(*)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here