DPR Kecam Pernyataan Komisioner Ombudsman Tentang Buwas Buktikan Ada Mafia Beras di Bulog

0
40
Foto : mitrapost.com/Hartono

Jakarta – Anggota DPR Firman Soebagyo mengecam pernyataan Wakil Ketua Ombudsman RI, Lely Pelitasari Soebekty yang menantang Dirut Bulog baru Budi Waseso untuk membuktikan janjinya memberantas mafia beras.

Menurut Firman, sikap menantang ini hendaknya jangan terlalu berlebihan dan memposisikan lembaga Ombudsman seperti LSM.

“Sikap pernyataan seperti ini tidak perlu diucapkan dari seoarang komisioner Ombudsman yang tugas serta fungsinya adalah melakukan pengawasan dan proses ketika ada pengaduan masyarakat yang terkait  dengan kebijakan publik dan jangan bersikap seperti LSM,” kata Firman saat dihubungi, Selasa (1/5/2018).

Baca juga : Firman Soebagyo Segera Evaluasi Penyedia Asuransi Pertanian

Politikus Golkar ini pun makin kecewa, karena nada pesimis dan menantang dilontarkan komisioner Ombudsman bukan hanya sekali tapi sudah beberapa kali dilakukan. Apalagi apa yang disampaikan Lely Pelitasari sebagai komisioner Ombudsman terkesan tidak menguasai dan memahami tentang tugas dan fungsinya.

“Dia (Lely Pelitasari Soebekty) itu harus paham terkait permainan beras dan komoditi pangan lainnya di Bulog yang disetir mafia beras sejak zaman era orde baru sampai sekarang. Kenapa ini terjadi karena ada kongkalikong yang terstruktur di jajaran Bulog baik di tingkat pusat sampai ke tingkat Divre dan Sub Divre Bulog, apalagi bisnis beras dan kebutuhan pangan pokok adalah sangat menggiurkan. Untuk  itu jangan asal menuding dan menantang,” sesal Firman.

Firman pun berharap sebagai komisioner Ombudsman jangan  underestimate (baca : meremehkan) tokoh sekaliber Buwas, sapaan akrab Budi waseso, untuk dapat membuktikan janjinya memberantas mafia beras bermain di Bulog.

“Sebaiknya Ombudsman khususnya Lely Pelitasari Soebekty bisa introspeksi dan memberikan kesempatan kepada Buwas agar bisa membuktikan janjinya. Dan jangan mengambil kesempatan ini dengan melontarkan hal tidak populis dengan memanfaatkan momen mafia beras ini,” tegas Firman

Disisi lain, Mantan Anggota Komisi IV DPR ini pun mendukung dengan janji mantan Kepala BNN yang akan melakukan bersih-bersih dari dalam terhadap oknum aparatur Bulog. Agar oknum aparatur Bulog tidak mencoba ikut bermain dengan kebutuhan pokok dan memanfaatkan kesempatan untuk meraup keuntungan pribadi semata.

Terlebih lagi, Firman menilai berdasarkan pengalamannya sejak bertugas  di POLRI sebagai aparat penegak hukum dan BNN, kapasitas dan integritas Buwas, putra kelahiran Juwana Kabupaten Pati ini tidak diragukan lagi  menjadi salah satu cara untuk menjaga kestabilan harga bahan pokok khususnya beras.

“Saya pun yakin dengan kredibilitas dan kapasitas seorang Buwas bisa menjalankan amanah yang diberikan untuk menjaga dan menstabilkan harga  bahan pokok dan mampu bekerjasama dengan jajaran aparat penegak hukum lainnya untuk memberantas mafia pangan yang selama ini gentayangan disekitar Bulog dan lembaga penerintah lainnya,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Wakil Ketua Ombudsman RI, Lely Pelitasari Soebekty menyinggung soal pernyataan Direktur Utama Perusahaan Umum Badan Usaha Logistik (Perum BULOG) Budi Waseso terkait dengan penertiban pelaku usaha beras yang memainkan harga pangan menjelang Ramadhan.

Menurut Lely, pernyataan Buwas perlu diperjelas kembali tentang indikator sebagai pemain beras dapat lebih terperinci. Sebab saat ini, banyak isu-isu beredarnya mafia beras menjelang Bulan Ramadhan.

“Jadi misalnya bukan sekedar bicara, saya berkomentar dengan Dirut baru (Budi Waseso) memberantas beras, oke itu niat baik, namun ada  indikator yang perlu kita lihat itu siapa,” kata Lely dalam diskusi Ketahanan Pangan Jelang Lebaran, di Gado-Gado Boplo, Jakarta, Sabtu (28/4).

“Itu harus total maka pemahaman komprehensif penugasan itu kepada BUMN. Pemahaman konteks dan substansinya harus jelas terlebih dahulu,” tambahnya.

Diketahui, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menetapkan Budi Waseso sebagai Direktur Utama Perusahaan Umum Badan Usaha Logistik (Perum BULOG). Keputusan pengangkatan ini ditetapkan dalam Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-115/MBU/04/2018 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-Anggota Direksi Perusahaan Umum (Perum) BULOG.

Dengan jabatan barunya, Budi mengaku akan bekerja keras dalam memastikan pasokan beras, terlebih menjelang lebaran yang tinggal dua bulan lagi. Bahkan, dia memberikan peringatan kepada siapa saja yang mencoba mempermainkan pasokan beras ini akan ditindak.

Baca juga : Ada Laporan Masyarakat, Ombudsman Jateng Minta Klarifikasi ke Mapolres Pati

“Saya kan berangkat dari latar belakang penegak hukum, jadi kalau ada yang main-main akan ditertibkan, harus,” tegasnya. Firman Soebagyo balik curiga jangan-jangan Lely Pelitasari Soebekty sudah di loby oleh mafia beras.

“Kita harus waspada dan publik harus mengawasi kinerja Lely Pelitasari sebagai komisioner yang baru seumur jagung ini,” pungkas Firman Soebagyo anggota DPR RI Dapil 3 Jawa Tengah, anak seorang petani ini. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here