Gelar Reses, Anggota DPR RI Imam Suroso Sosialisasi Penempatan Pekerja Migran Indonesia Bagi Ratusan Warga di Gembong

0
81
Foto. H. Imam Suroso, SH, S.Sos, MM Anggota Komisi IX DPR/MPRRI bersama dengan Ketua APJATI Jateng H. endro Dwi Cahyono, ST berfoto bersama Muspika Kecamatan Gembong saat Sosialisasi Penempatan Pekerja Migran Indonesia dan Migrasi Aman/ mitrapost/ Hartono

Gembong, Pati – Upaya Anggota Komisi IX DPR/MPRRI, H. Imam Suroso, SH, S.Sos, MM., untuk memberikan pemahaman kepada konstituennya tentang tata cara menjadi Pekerja Migran Indonesia yang resmi terus digencarkan. Salah satu kegiatan Sosialisasi Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia di kecamatan Gembong kabupaten Pati pada Rabu (9/5). Hal itu dilakukan agar warga masyarakat dapat mengetahui secara detail informasi, jika ada alternatif warga yang ingin bekerja ke luar negeri.

Dalam kesempatan itu, Imam Suroso Politisi senior PDI Perjuangan bekerjasama dengan mitra kerjanya di Komisi IX DPR RI yakni BNP2TKI untuk memberikan penjelasan secara menyeluruh tata cara menjadi pekerja migran resmi kepada ratusan warga di aula kantor kecamatan Gembong.

“Kami bersama dengan BNP2TKI, dari Jakarta untuk memberikan pemahaman secara detail. Agar warga yang ingin kerja di luar negeri, bisa tahu,”ungkap Imam Suroso, yang memiliki Daerah Pemilihan III Jawa Tengah meliputi Kabupaten Pati, Rembang, Blora dan Grobogan.

Baca Juga : Sosok Imam Suroso Pekerja Keras

Suami dari pemilik Rumah Makan Sapto Renggo Baru Asih Marlina itu pun tidak menginginkan jika warga di Daerah pemilihannya tidak paham tata cara untuk menjadi Pekerja Migran Indonesia, sehingga dapat tertipu dengan perusahaan atau perseorangan yang tidak bertanggung jawab. Hal itu menurutnya sangat merugikan warga jika sampai menjadi pekerja migran non procedural.

“Warga harus paham, hati-hati. Dengan kegiatan sosialisasi ini warga bisa lebih faham bagaimana tata cara dan prosedurnya. Kalau sampai tidak tahu dan berangkat ke luar negeri, ini sangat berbahaya, bisa-bisa dipenjara,”tegas Politisi asli Pati itu kepada peserta sosialisasi Pekerja Migran Indonesia.

Menurutnya, yang menjadi masalah pekerja migran yang mengalami permasalahan di luar negeri karena tidak resmi dan nonprocedural. Sehingga sulit terdeteksi oleh Pemerintah Indonesia.

Baca Juga : Imam Suroso : Pemerintah Harus Terus Berupaya Melindungi Pekerja Migran

“Jika berangkat bekerja ke luar negeri. Tentunya pemerintah tidak memiliki data, tahu-tahu di eksekusi. Ini kan ironis, makanya jika ingin bekerja ke luar negeri ikuti secara resmi dan procedural serta jangan ilegal. Informasi lebih lanjut melalui PPTKIS resmi atau ke Disnakertrans,”pungkasnya.

Baca Juga : TKI Dieksekusi di Arab Saudi, Imam Suroso : Pemerintah Telah Gagal Menjalin Diplomasi Dengan Baik

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) Jawa Tengah, H. Endro Dwi Cahyono, ST mengungkapkan potensi bekerja ke luar negeri dari kabupaten pati sangat terbuka lebar dan bisa mencari modal untuk usaha setelah pulang dari luar negeri. Namun dirinya pun menghimbau untuk mengecek perusahaan penyalur TKI yang resmi dan bertanggung jawab.

Baca Juga : Calon Buruh Migran Asal Pengayom Bangsa Dapat Sosialisasi Anggota DPR RI

“Kalau menginginkan bekerja ke luar negeri, jangan lupa cek perusahaan yang berijin resmi dari pemerintah dan tanyakan ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi kabupaten Pati,” ungkap Direktur PT Dewi Pengayom Bangsa Pati, salah satu Perusahaan Penyalur Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) yang berpusat di kabupaten Pati.(Adv/ Hartono)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here