Dua Bulan Luncurkan Produk Paket Kredit Gebleg Renteng, Dana Kredit Bank Pasar Berhasil Diserap Hingga Rp 6,5 miliar.

0
56
Photo : Bank Pasar adakan edukasi perbankan serta perkenalkan produk kredit gebleg renteng/Mitrapost.com/Sugondo

Kulon Progo, Yogyakarta – PD. BPR Bank Pasar Kabupaten Kulon Progo mempunyai produk perbankan baru, yakni Paket Kredit Gebleg Renteng.
Namanya unik karena Paket Kredit Gebleg Renteng diambil dari nama sebuah makanan rakyat khas Kabupaten Kulon Progo, yang terbuat dari pati singkong, matang karena digoreng dan rasanya asam tetapi gurih.

Paket Kredit Gebleg Renteng adalah paket pembiayaan kredit untuk unit usaha kecil dan menengah (UMKM) dengan standar bunga yang relatif murah yakni 0,88 persen dan plafon kredit hingga maksimal 100 juta rupiah.

Paket Kredit bunga murah khusus untuk UMKM ini diluncurkan sejak Maret 2018 lalu, dengan harapan dapat menjangkau kegiatan di sektor usaha kecil menengah, termasuk industri kreatif dan pariwisata.

Baca juga : Desa Jatimulyo Salah Satu Sentra Produksi Kolang-Kaling Terbesar Kulon Progo

Sejak diluncurkan tiga bulan lalu, program ini cukup bergaung dengan out standing credit (OSC) mencapai Rp 6,5 miliar. Tentu penyerapan dana kredit sebesar itu untuk kalangan UMKM, terutama industri kreatif, sudah cukup lumayan.

Meskipun begitu, Kepala Bagian Pemasaran PD. BPR Bank Pasar, Surojo, melihat penyerapan kredit sebesar itu belum sesuai target yang dipatok.

“Penyerapan kredit tersebut belum sesuai dengan target yang kami harapkan,” katanya ketika dimintai konfirmasinya.

“Karena kami mematok target minimal per bulan bisa terealisasi sebesar Rp 3,5 miliar khusus untuk kredit madani Gebleg Renteng (paket kredit bunga murah khusus untuk UMKM),” ucap Surojo menambahkan.

Menurut analisis PD. Bank Pasar Kulon Progo, kemampuan sektor sebenarnya ini sangat cukup untuk bisa mengambil paket kredit hingga 100 juta, atau paket maksimal. Karena kini sektor UMKM d Kabupaten Kulon Progo, terutama industri kreatif, pariwisata, sandang, dan kuliner berkembang pesat selama dua tahun terakhir, terutama didorong bakal beroperasinya New Yogyakarta Internatinal Air Port (NYIA).

Baca juga : Gelar Razia Makanan, Tim Gabungan Kulon Progo Temukan Puluhan Makanan Kadaluwarsa

“Kalau dari sisi pengguna kredit sudah sesuai target yang diharapkan. Artinya volume pengguna kredit pada paket ini sudah sangat bagus. Bahkan bisa dikataan sesuai target, yakni mencapai lebih dari 200 pengguna kredit, sejak produk ini dilaunching tiga bulan yang lalu,” kata Surojo.

Menurut Surojo, mungkin karena produk ini masih baru, jadi belum banyak pengguna kreditnya.

“Ini butuh pengenalan kepada publik secara intensif memang, dengan berbagai even termasuk program mengedukasi pelaku industri menengah kecil dan pariwisata soal pengelolaan keuangan selama satu bulan penuh selama ramadhan,” terang Surojo

“Pengajuan kredit memang belum maksimal, rata-rata hanya diangkat 40 juta rupiah,” imbunya lagi.

Kenyataan ini masih membutuhkan kerja keras dan tak lelah mendampingi pengguna kredit agar pada tahun-tahun yang akan datang pengambilan bisa maksimal dengan semakin tertatanya manajemen keuangan mereka dan semakin membaiknya iklim usaha.

Guna menunjang pengetahuan pelaku usaha menengah kecil terutama di sektor pariwisata, maka selama bulan ramadhan ini PD. BPR Bank Pasar melakukan edukasi pengelolaan keuangan kepada pelaku industri pariwisata dan perajin.

Baca juga : Berbadan Hukum dan Terdaftar Lebih dari 3 Tahun, LSM serta Ormas Akan Diusulkan Dapat Dana Hibah

Kondisi tersebut sangat berbeda dengan paket kredit lain yang dimiliki PD. BPR Bank Pasar Kulon Progo, yakni Paket Kredit Madani, paket ini memberikan pinjaman kredit hingga Rp 200 juta dan kini OSC-nya mencapai lebih dari Rp85 miliar, sedikitnya ada 850 debitur.

“Kalau yang ini memang beda, namanya juga beda dan ini sudah lebih dahulu dikenal masyarakat, paket ini sudah mencapai Rp65 miliar (OSC-nya), dengan total debitur lebih dari 805 orang,” pungkas Surojo. (Sgd/Nov/Sht)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here