Gelar Razia, Petugas Gabungan Temukan Puluhan Kosmetik Ilegal di Kulon Progo

0
23
Photo : Krim pemutih ilegal/Mitrapost.com/Sugondo

Kulon Progo – Petugas gabungan pengawasan kesehatan masyarakat menyita puluhan produk kosmetik ilegal yang dijual di sejumlah toko kelontong pasar Jagalan Kalibawang, Kulon Progo, Yogyakarta.

Tidak hanya kosmetik, petugas juga masih menemukan obat-obatan dan makanan dan minuman kedaluwarsa yang masih juga diperdagangkan. Razia petugas gabungan yang digelar pada Rabu (30/5) kemarin, ditemukan puluhan jenis kosmetik ilegal mulai dari produk kosmetik berupa krim pemutih wajah, krim racikan dan pelembap.

Rata-rata produk tersebut tidak memiliki izin register, izin edar dari BBPOM. Untuk memastikan bahwa produk–produk tersebut ilegal, petugas mengecek satu persatu produk, dan meneliti kandungan bahaya di dalam produk hingga register pada kemasan produk.

Baca juga : Temukan Dukungan Ganda, KPU Pati Lakukan Klarifikasi data perbaikan dukungan Calon Anggota DPD

Selain beredar tanpa izin BBPOM, banyak produk kosmetik sudah melewati batas kedaluwarsa lebih dari satu tahun. Sehingga petugas terpaksa mengamankan seluruh produk tersebut dari sejumlah pedagang.
Petugas terpaksa menyita produk-produk tersebut untuk penelitian lebih lanjut kandungan bahan kimia yang terdapat pada kosmetik tersebut.

Bukan hanya mengamankan banyak produk kosmetik petugas juga menyita obat-obatan dan puluhan jenis makanan minuman kemasan kedaluwarsa serta kemasan produk yang sudah rusak.

Nety Fiferiati, Kepala Seksi Farmasi Makanan dan Minuman Dinas Kesehatan Kulonprogo, menyatakan pihaknya melakukan penyitaan dan pengamanan produk demi melindungi masyarakat dari bahaya kimia kosmetika ilegal.

“Untuk menjamin mutu keamanan memang harus ada izin register. Di register kalau tidak ada izinnya kan tidak bisa dijamin mutu keamanannya. Kemudian kalau ada bahan-bahan berbahaya misalnya ada mercuri atau raksa itu kan bisa memicu kanker,” katanya.

Menurut Nety produk berbahaya tersebut biasanya dalam waktu cepat bisa langsung kelihatan hasilnya putih, namun penggunaan lama itu malah bisa menjadi noda-noda hitam kemudian kanker itu yang bahaya.

“Kepada konsumen dengan penyuluhan-penyuluhan kita sampaikan bahwa memang kita harus cerdas, tidak hanya kosmetik obat dan makanan, juga mutu, kemanannya harus melihat cek di nomer registernya. Malahan harus hati-hati kalau murah, tidak ada registernya, harus hati-hati,” ujarnya.

Para pedagang mengaku mendapatkan produk kosmetik tersebut dari wilayah Magelang Jawa Tengah. Biasanya menjelang lebaran produk kosmetik seperti krim pemutih racikan banyak dicari konsumen.

Baca juga : Sambut Hari Waisyak, Umat Buddha Kulon Progo Adakan Upacara Tribuana Manggala Bhakti

Pedagang tidak tahu jika produk tanpa izin register BBPOM tersebut dilarang untuk diperjual belikan.

“Kita nggak tahu, kebetulan belum ada yang beli. Biasanya produk ini laris tiap mau lebaran, saya kulakannya mana yang laku, tapi nggak tahu itu ternyata nggak boleh beredar. Pedagang tahunya ramai yang beli itu yang dijual,” kata Murwati salah seorang pedagang kosmetik ilegal.

Operasi terpadu pengawasan terhadap produk-produk barang dagangan ini merupakan penegakan undang-undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dan undang-undang nomor 8 tahun 2012 tentang pangan, sekaligus melindungi konsumen menjelang lebaran. (Sgd/Nov/Sht)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here