Mengenal Sejarah Dicetuskannya THR

0
13

Kota, Pati – Menjelang hari raya Idul Fitri pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) ibarat kado spesial yang dinanti-nantikan oleh para karyawan. THR sendiri merupakan pendapatan diluar upah yang wajib dibayarkan oleh pengusaha kepada para karyawannya menjelang hari raya keagamaan di Indonesia. Menurut peraturan pemerintah, THR ini wajib dibayarkan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan.

Perlu diketahui bahwa pemberian THR ini tidak hanya menjelang Idul Fitri saja, namun bagi pekerja yang beragama Kristen dan Katholik juga wajib mendapat THR saat menjelang hari raya Natal, pekerja beragama Hindu menjelang hari raya Nyepi, pekerja beragama Budha menjelang hari raya Waisak, pekerja beragama Khonghucu menjelang hari raya Imlek.

Namun bagaimana sih awal mula munculnya THR untuk pertama kali hingga pemerintah Indonesia mengatur THR dalam Undang-Undang? Kita patut berterimakasih kepada sosok pencetus THR sehingga sekarang kita dapat menikmati THR menjelang hari raya. Sosok tersebut ialah Bapak Soekiman Wirjosandjojo, seorang Perdana Menteri sekaligus Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia ke-6.

Baca juga : Jangan Salah, Minal Aidin wal Faizin Artinya Bukan Mohon Maaf Lahir Batin

THR pertama kali muncul pada masa pemerintahan presiden Soekarno, tepatnya di era kabinet Soekiman Wirjosandjojo. Kabinet yang dilantik pada April 1951 tersebut memiliki program kerja yang salah satunya meningkatkan kesejahteraan para Pegawai Negeri Sipil. Pemberian tunjangan ini merupakan strategi agar para PNS di masa itu memberi dukungan kepada kabinet yang sedang berjalan.

Tunjangan yang hanya diberikan oleh para PNS tersebut mendapat protes keras dari para buruh swasta lainnya. Merasa sama-sama telah bekerja keras, para buruh juga meminta hak yang sama kepada pemerintah. Sehingga pada saat itu para buruh melakukan aksi mogok pada tanggal 13 Februari 1952.

Para buruh merasa peraturan tersebut sangat tak adil bagi mereka, karena mereka bekerja keras untuk perusahaan-perusahaan swasta, bahkan Milik Negara, namun mereka tidak mendapatkan perhatian apa pun dari pemerintah.

Pada tahun 1994, barulah pemerintah secara resmi mengatur perihal THR dalam Undang-Undang. Dalam peraturan dijelaskan bahwa pengusaha wajib memberikan THR kepada para pekerja yang telah bekerja selama tiga bulan secara terus-menerus atau lebih. Adapun besaran THR yang diterima itu disesuaikan dengan masa kerjanya.

Baca juga : Inilah Niat Zakat Fitrah Lengkap untuk Diri Sendiri Maupun yang Diwakilkan

Sedangkan di tahun 2016 yang lalu, pemerintah merevisi peraturan mengenai THR tersebut. Peraturan terbaru menyebutkan bahwa pekerja yang memiliki masa kerja minimal satu bulan sudah berhak mendapatkan THR. Selain itu pemberian THR tidak hanya untuk karyawan tetap, namun juga karyawan kontrak. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here