Diklaim Sebagai Penyebab Suhu Dingin, Fenomena Aphelion Sebenarnya Tak Pengaruhi Suhu di Indonesia

0
34

Kota, Pati – Belakangan ini beberapa wilayah di Indonesia sedang mengalami suhu yang lebih dingin dari biasanya. Dengan adanya hal tersebut, banyak orang yang mengklaim bahwa suhu dingin ini disebabkan karena fenomena aphelion yang sedang terjadi.

Aphelion merupakan fenomena di mana bumi sedang berada pada titik terjauh (apoapsis) terhadap matahari (helion). Setiap tahunnya fenomena ini selalu terjadi. Di mana bumi berada di titik terjauh (aphelion) dan juga berada pada titik terdekatnya (perihelion). Aphelion ini biasanya terjadi pada awal bulan Juli, sedangkan perihelion terjadi pada awal Januari. Pada fenomena aphelion jarak bumi dan matahari mencapai 152,09 juta kilometer.

Berkaitan dengan hal tersebut, banyak orang yang beranggapan bahwa suhu dingin yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia akhir-akhir ini disebabkan oleh fenomena tersebut. Mereka berpikir bahwa semakin jauh jarak bumi dari matahari, maka akan semakin rendah suhu di bumi.

Baca juga : Mengenal Teh Biru yang Kini Sedang Populer Berikut Manfaatnya

Faktanya pernyataan tersebut adalah salah. Suhu dingin yang sedang terjadi ini karena di Indonesia mengalami puncak musim kemarau pada bulan Juli hingga Agustus. Sedangkan bertepatan dengan waktu tersebut fenomena Aphelion juga terjadi pada bulan Juli.

Penurunan suhu di bulan Juli belakangan ini diakibatkan karena dalam beberapa hari terakhir di wilayah Indonesia, seperti Jawa, Bali, NTB, dan NTT mempunyai kandungan uap atmosfer yang cukup sedikit. Hal ini terlihat dari tutupan awan yang tidak signifikan. Uap air dan air merupakan zat yang cukup efektif dalam menyimpan energi panas. Rendahnya kandungan uap di atmosfer menyebabkan energi radiasi yang dilepaskan oleh bumi ke luar angkasa pada malam hari tidak tersimpan di atmosfer. Sebaliknya energi yang digunakan untuk meningkatkan suhu atmosfer di atmosfer lapisan dekat permukaan bumi tidak signifikan.

Hal inilah yang menyebabkan suhu udara di Indonesia saat malam hari di musim kemarau relatif lebih rendah dibandingkan saat musim hujan atau masa peralihan dan saat ini Indonesia memang berada di puncak musim kemarau yang ditandai dengan suhunya lebih dingin, siang lebih panas, dan anginnya lebih kencang. (Diolah dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here