Merasa di Bohongi, Masyarakat Pati Enggan Pilih Caleg yang Berasal dari Luar Daerah

0
74

Kota, Pati – Masyarakat Pati merasa kecewa kepada anggota Dewan yang sekarang duduk di Parlemen khususnya bagi mereka berasal dari luar daerah. Pasalnya setelah terpilih menjadi anggota dewan, mayoritas tidak melaksanakan janji yang pernah disampaikan saat kampanye dahulu.

Budi Setiawan, Salah seorang warga desa Sukolilo Pati mengungkapkan anggota Dewan dari tingkat Pusat hingga Provinsi yang bukan asli daerah Pati, tidak peduli dengan masyarakat. Bahkan mereka hanya datang pas membutuhkan saja.

“Ada yang dari pusat, Provinsi. Mereka tidak pernah melakukan reses yang melibatkan masyarakat,” ungkapnya kepada mitrapost.com (7/8).

Bahkan dia bersama puluhan ribu warga enggan lagi memilih anggota Dewan yang bukan asli putra daerah, khususnya bukan asli Pati.

“Kalau sekarang ada putra daerah, kita akan berupaya memberikan dukungan penuh kepada putra daerah, khususnya yang mencalonkan diri di tingkat provinsi dan pusat,” imbuhnya.

Menurutnya, jika memiliki wakil asli putra daerah, jika terjadi sesuatu atau ingin menyampaikan aspirasi tidak perlu repot-repot jauh-jauh. Bahkan, yang sekarang sudah duduk di parlemen sangat sulit dihubungi.

“Misalkan kalau putra daerah, kita tidak perlu bingung karena kita tahu rumahnya,”pungkasnya.

Selain itu, jika ada calon legislatif yang mengaku putra daerah. Namun faktanya bukan, tentunya kita tidak akan mendukung.

“Ada caleg yang mengaku putra daerah asli Pati, padahal kita tahu, caleg ini orang luar kota. Tentunya caleg ini tidak perlu didukung karena sudah melakukan pembohongan kepada masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu, calon legislatif dari PDI Perjuangan yang satu-satunya putra daerah asli Pati adalah H. Endro Dwi Cahyono, ST untuk DPRD Provinsi Jawa Tengah dan H. Imam Suroso, SH, S. Sos, MM untuk DPR RI.

“Caleg Provinsi Pak Endro, dan Caleg DPR Pusat, Pak Imam Suroso, yang lain bukan asli Pati,” pungkasnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here