Harga Telur Ayam Naik, Para Pedagang Sepi Pembeli

Reporter : Cry Hery Pujiono

0
23

Kota, Pati – Harga telur ayam di pasar tradisional Puri Pati mengalami kenaikan kisaran Rp18 ribu hingga Rp19 ribu perkilonya pada Rabu (17/10). Hal tersebut dikarenakan pasokan telur yang berkurang dan harus mendatangkan pasokan dari luar daerah.

Umi Toyibah, salah seorang pedagang telur ayam mengatakan karena pasokan kurang, pihaknya mendatangkan telur ayam dari luar kota, seperti dari Semarang dan kopeng salatiga.

“Dari kemarin harga telur ayam mencapai Rp19 ribu perkilonya, sehingga pembeli sepi. Kalau hanya mengandalkan dari dalam kota tidak bisa memenuhi kebutuhan, oleh karena itu mendatangkan telur ayam dari semarang dan salatiga, sehingga berdampak pada naiknya harga telur,” ungkapnya kepada mitrapost.com.

Dari pantauan mitrapost.com, pembeli telur di pasar puri terlihat lenggang. Hal tersebut membuat para penjual hanya pasrah.

”Kemarin harga telur ayam Rp18 ribu perkilonya, sekarang menjadi Rp19 ribu perkilonya. Hal ini menjadikan harga tidak stabil dan berubah sewaktu- waktu, sehingga saya sebagai pedagang ya pasrah saja sesuai harga pasar, jika barang naik ya saya jual naik dan jika harga barang turun, ya saya jual turun,” lanjutnya.

Selain itu, menurutnya yang mengalami kenaikkan juga terjadi pada komoditas lainnya seperti bawang merah yang mencapai 15 ribu perkilogramnya”

“Sementara itu, harga jual bawang merah juga mengalami kenaikan dari harga Rp11 ribu perkilonya menjadi Rp15 ribu perkilonya per hari ini”, pungkasnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here