Tekan Harga Beras, Gubernur Jateng Ciptakan Terobosan Baru

Redaksi Mitrapost

0
7
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo dan Dirut Bulog, Budi Waseso Dalam Kerjasama Operasi Pasar gaya Baru/Mitrapost.com/Redaksi Mitrapost.

Kota, Pati – Kerjasama dengan Perum Bulog, Ganjar Pranowo buat terobosan baru. Dalam upaya menekan harga beras, kedua pihak akan menyediakan beras kualitas medium di kios dan warung di desa-desa. 

Terobosan baru ini kemudian disebut dengan operasi gaya baru. Pelaksanaanya yakni dengan mendistribusikan beras dari gudang Bulog langsung ke kios, warung, dan koperasi di desa. Hal ini dapat memutus rantai distribusi beras sehingga harga beras lebih rendah dengan harga dari pasar. 

“Selama ini perjalanan beras dari petani ke konsumen melalui delapan tahap. Sehingga kita mengambil inisiatif untuk memotong rantai itu sehingga masyarakat bisa membeli beras berkualitas baik dengan harga terjangkau,” ujar Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.  

Beras yang didistribusikan merupakan cadangan beras pemerintah yang jumlahnya saat ini mencapai 1,2 juta ton. Budi Waseso Dirut Perum Bulog, menargetkan 700 ribu ton dapat terdistribusikan.

Baca juga : Kegiatan Tim Sedulur Ganjar dan Posko ISC (Imam Suroso Center) Saat Melakukan Patroli dan Pengawasan TPS-TPS yang Rawan Kecurangan

Oleh karena itu, pada penandatanganan kesepakatan dalam rangka Pendistribusian Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sekitar 700 kepala desa akan menjadi penanggung jawab distribusi beras didaerahnya masing-masing. 

“Jadi, kades-kades ini yang akan memimpin operasi pasar di desanya. Beras bisa dijual lewat kios, warung, atau kerjasama dengan badan usaha milik desa (Bumdes).” Jelas Ganjar Pranowo. 

Dengan demikian, diterapkannya operasi pasar gaya baru ini bisa harga beras dapat ditekan. Jika di pasar harga beras kualitas medium mencapai Rp 10.000 sampai Rp 11.000 maka dengan cara ini Bulog menetapkan kisaran harga antara Rp 8.500 dan maksimal Rp 9.000. 

Rencanaya, jika operasi ini berjalan bagus di Jawa Tengah maka operasi ini akan dilanjutkan ke seluruh Indonesia. Menurut Budi Waseso, pemilihan jateng sebagai awal operasi pasar gaya baru ini karena provinsi yang dipimpin oleh Ganjar Pranowo telah menjadi daerah percontohan tentang keberhasilannya dalam pengendalian pangan. 

“Saya tetapkan Jateng sebagai titik awal project ini karena saya yakin akan berhasil dan menyebar ke seluruh daerah. Oleh karena itu, saya minta dalam seminggu ini kita kerjakan secara intens lalu mengevaluasinya sehingga didapatkan pola yang semakin bagus,” tegas Budi Waseso. 

Baca juga : DPR Kecam Pernyataan Komisioner Ombudsman Tentang Buwas Buktikan Ada Mafia Beras di Bulog

Dalam pelaksanaan operasi ini, Bulog menggandeng Polda Jateng. Harapannya, bersama Pemprov Jateng dan Bulog Jateng, kepolisian akan mengawasi pengiriman dan penjualan beras ke masyarakat. Sehingga hal ini dapat mencegah permainan pedagang-pedagang nakal. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here