Melalui Seminar, Masyarakat Pati Diimbau Tidak Mendiskriminasi ODHA

Redaksi Mitrapost.com

0
4
Mitrapost.com/Redaksi (Foto: dok. coalition.org.mk)

PATI – Seminar pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS digelar di Pendopo Kabupaten Pati, Selasa (4/12). Melalui seminar tersebut, masyarakat Kabupaten Pati dihimbau agar tidak melakukan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Seminar tersebut digelar mengingat Kabupaten masuk pada zona merah terkait temuan HIV/AIDS se-Jawa Tengah, sehingga pemerintah menggelar kegiatan tersebut dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat khususnya untuk memperlakukan ODHA setara dengan masyarakat lainnya. Karena, para ODHA mempunyai hak yang sama sebagai warga masyarakat, yakni untuk bersosialisasi dan berhubungan dengan orang lain.

Selama ini masyarakat awam mengira bahwa HIV/AIDS sangat mudah menular dengan sentuhan langsung, sehingga timbul suatu hipotesa umum  untuk tidak bersosialisasi dengan para ODHA. Padahal, anggapan tersebut salah besar. 

Baca juga : Komisi D Mendukung Rancangan Perda Penanggulangan TB-HIV

Pakar seksologi, dr. Iwan Setiawan menyanggah anggapan tersebut. Penularan HIV/AIDS itu melalui seks bebas, ataupun jarum suntik yang digunakan secara bergantian antara ODHA dengan orang biasa. Sebab itu, penderita HIV/AIDS itu bukan berarti bisa langsung di diskriminasi. Mereka hanyalah penderita, tetapi tidak menularkan.

“Jadi jangan salah persepsi. Memang ada beberapa penularan HIV, yakni melalui seks bebas dan penggunaan jarum suntik maupun lainnya. Akan tetapi, penularannya tidak secara langsung. Butuh waktu berbulan-bulan untuk mengetahui seseorang tertular HIV/AIDS,” jelasnya. 

Pihaknya kembali menegaskan kepada peserta seminar yang hadir, agar menekan stigma buruk maupun melakukan diskriminasi terhadap ODHA. Karena hal tersebut sangat merugikan penderita. 

“Jangan sampai kita mendiskriminasikan mereka, bahkan kalau bisa perlakukan mereka sebagaimana manusia normal lainnya,” tegas Iwan.

Baca juga : RS Budi Agung Mengadakan Seminar Kedokteran

Melali seminar tersebut, diharapkan masyarakat bisa menerima dengan baik keberadaan ODHA ini. Mengingat, mereka juga ingin bersosialisasi dengan masyarakat lainnya. Kalau hanya berjabat tangan, makan bersama, virus HIV tidak mungkin menular. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here