Komisi D DPRD Pati, Dukung Gerakan Sadar Memilah Sampah di Pati

0
7

KOTA, PATI – Sampah, masih menjadi masalah yang perlu diperhatikan pengelolaannya. Pasalnya, perilaku masyarakat masih belum menunjukkan kepedulian dalam menciptakan lingkungan bebas sampah sehingga dibutuhkan Gerakan Sadar Memilah Sampah. 

Di Pati, gerakan peduli lingkungan khususnya dalam hal membuang sampah masih banyak didapati banyak masyarakat yang membuang sampah secara sembarangan. Baik dipinggiran jalan, di saluran air, serta sepanjang alur sungai. 

Pemerintah hendaknya memberikan wadah yang dapat menggugah kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan serta memilah-milah sampah berdasarkan jenisnya. Hal ini, selain untuk menciptakan lingkungan bebas sampah juga untuk menciptakan masyarakat produktif dengan melakukan pengelolaan sampah menggunakan sistem 3R (reduce, recycle, reuse).

Baca juga : Memperkaya Materi Pembuatan Raperda PMKS, Komisi D DPRD Pati Gelar Rapat Koordinasi dengan Dinsos

Dengan demikian, pihak yang berkompeten harus segera menyediakan upaya terobosan untuk memulai hal tersebut dengan melibatkan jajaran perangkat desa. 

Menurut dari tanggapan dari anngota komisi D DPRD Pati, Endah Sri Wahyuningati, bahwa masih banyak ditemui masyarakat yang  membuang sampah secara sembarangan. Hal ini menjadi permasalahan yang membutuhkan tanggung jawab bersama agar dalam penanganannya tidak berkepanjangan. 

“Lebih-lebih untuk sampah rumah tangga. Biasanya, langsung dijadikan satu dengan sampah produk dari dapur. Padahal jika dipilah sebelum dibuang, sampah itu ada yang mempunyai nilai ekonomi,” ujarnya.

Maksudnya, jika sampah-sampah tersebut dipilah berdasarkan jenisnya seperti sampah plastik, botol bekas, kardus dan kertas masih bisa digunakan kembali untuk kepentingan lain yang memiliki nilai ekonomi. Sementara untuk sampah organik, bisa digunakan dalam pembuatan pupuk dalam bidang pertanian. 

Seperti yang dilakukan oleh warga Margoyoso, pihaknya melakukan ekperimen pembuatan paving block menggunakan bahan dasar sampah plastik. Oleh karena itu, Endah Sri Wahyuningati sangat mengapresiasi hal tersebut dan patut untuk dijadikan contoh dalam mengelola sampah. 

Baca juga : Endah Sri Wahyuningati, Anggota Komisi D DPRD Pati Akui Pengalaman Pertamanya Bermain Ketoprak

“Dengan demikian, jika sampah plastik dan jenis sampah lainnya tidak dimanfaatkan oleh pembuangnya maka bisa diserahkan kepada bank-bank sampah yang sudah banyak bermunculan di Pati. Atau diberikan kepada pemulung dan kemudian ditampung dan dikelola oleh pihak yang melakukan eksperimen tersebut,” imbuhnya.

Hal ini tentunya harus mendapatkan perhatian dan dukungan dari pemerintah, agar gerakan memilah sampah dapat berjalan atau bahkan dapat menjadi inspirasi bagi warga lain untuk dapat mengelola sampah sehingga memiliki nilai ekonomi. (Adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here