Nurhadi-Aldo, Capres Fiktif Pemilu 2019 Nomor Urut 10

0
55
Foto : twitter/@nurhadi_aldo

Mitrapost.com – Jelang pemilihan umum 2019, isu-isu berbau politik kian bermunculan dan semakin membuat panas. Akan tetapi munculnya calon presiden dan wakil presiden nomor urut 10 Nurhadi-Aldo rupanya mampu menyegarkan keadaan. 

Nurhadi-Aldo yang viral dengan menamakan diri Dildo merupakan pasangan calon presiden dan wakil presiden fiktif. Munculnya Paslon ini merupakan sebuah candaan belaka ditengah kejenuhan masyarakat Indonesia dengan kondisi politik yang saat ini sering muncul berita bohong atau hoaks.

Meskipun hanya fiktif, namun sosok Nurhadi benar-benar ada didunia nyata. Nurhadi adalah warga Dukuh Jetis, Desa Golantepus, Mejobo, Kudus Jawa Tengah. Sosoknya di kehidupan nyata berprofesi sebagai tukang pijat. 

Baca juga : Laka Lantas, Mitsubishi Tabrak Pengendara Jupiter

Capres dari koalisi ‘Indonesia Tronjal Tronjol Maha Asyik’ ini merupakan hasil imajinatif dari pemuda asal Yogyakarta, Edwin. 

Edwin mengaku sebagai fans dari sosok Nurhadi melalui sebuah komunitas di media sosial facebook ‘Komunitas Angka 10’. Dikomunitas tersebut, Nurhadi sering memberikan kalimat motivasi yang sarat dengan guyonan. 

Bermula dari komunitas tersebut kemudian Edwin mulai berinteraksi dengan sosok Nurhadi hingga akhirnya tercipta dan wajah Nurhadi menjadi viral.

“Dari komunitas itu, ada orang yang mengaku dari Yogyakarta bernama Edwin. Dia mengikuti akun saya dan mengaku ngefans karena dia bilang unggahan-unggahan saya itu dan menginspirasi,” ujar Nurhadi.

Kreator dagelan politik ini yang juga merupakan tim sukses Dildo bahkan sampai membuat konten-konten layaknya peserta politik sungguhan. Bahkan tidak tanggung-tanggung foto, akun media sosial facebook, instagram dan twitter sampai slogan pun dibuat. 

Akun-akun tersebut dikelola oleh delapan pemuda usia dari 17-23 tahun yang tinggal di beberapa kota di Indonesia. Meskipun para penggagas akun-akun tersebut tidak pernag bertemu secara langsung namun mereka punya pembagian tugas yang jelas. Siapa yang bertugas mendesain, membuat strategi marketing, maupun menjadi editor.

Lewat media sosial, pemuda-pemuda tersebut memposting pesan-pesan politik yang disajikan lewat lawakan. Namun kalau diperhatikan, unggahan-unggahan tersebut juga mengandung kritik bahwa pemilu itu seharusnya jadi pesta demokrasi yang menyenangkan.

Baca juga : Kecelakaan Saat Bermain, Bocah Terjerat Tali Hingga Meninggal

Konten unggahan yang bernada mesum diusung untuk menarik perhatian warganet dan sebagai strategi pemasaran. Seperti singkatan dari pasangan Nurhadi-Aldo yang penulisan nama Nurhadi ditulis dengan tinta merah pada bagian ‘DI’ dan nama Aldo ditulis merah pada huruf ‘LDO’. 

Akan tetapi Nurhadi membuat slogan ‘McQueen YaQueen’ agar yang diingat orang tidak melulu bernada mesum. 

“Ya itu saya gencarkan terus supaya tidak hanya Dildo yang diingat, karena mau bagaimanapun kita sebagai manusia harus yakin dalam menjalani hidup,” ujar Nurhadi.

Tim Sukses Nurhadi-Aldo menyatakan tidak mengambil keuntungan finansial dari populernya akun ini. Sedangkan Nurhadi tidak ikut campur dalam program kampanye dan materi yang ada di akun-akun Nurhadi-Aldo.

Sementara itu sosok Aldo sebagai pasangan calon wakil presiden merupakan tokoh hasil rekayasa. Wajah Aldo adalah gabungan dari wajah seorang politikus dan seorang lain. (*)

Foto : instagram/ @nurhadi_aldo
Foto: instagram/@nurhadi_aldo

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here