Bupati Pati Upayakan Garam Impor tidak Dikirim di Kabupaten Pati

Reporter : Agus Riyanto

0
6
Foto : Haryanto (kedua dari kiri), Bupati Pati saat memberikan sambutan dalam sosialisasi daerah Pugar/Mitrapost.com/Agus Riyanto

Kota, Pati – Bupati Pati Haryanto menanggapi aduan perizinan garam impor di Pati oleh para petani garam. Rabu (30/1)

Bupati Pati Haryanto turut menghadiri ‘Sosialisasi Daerah Program Pengembangan Usaha Garam Rakyat (PuGar)’ di Kampoeng Pati pada Rabu kemarin.

Dalam kegiatan tersebut, para petani garam mengadukan adanya perizinan produk garam impor yang  masuk ke daerah Pati sudah mendapat persetujuan dari pemerintah pusat. Hal tersebut dinilai oleh masyarakat, khususnya petani garam dapat mengganggu stabilitas ekonomi daerah.

“Melihat pada data kebutuhan garam nasional, jumlah 320 ton garam lokal per tahun itu masih belum cukup. Karena, kebutuhan garam tidak untuk konsumsi saja. Melainkan bidang perindustrian juga menggunakannya,” terang Bupati.

Baca juga : Sebagai Produsen Garam Terbesar No.2 Nasional, Pemkab Pati Cegah Impor Garam di Pati

Sementara itu, kebutuhan garam untuk industri ada yang membutuhkan garam dengan kualitas tertentu. Sehingga pelaku industri memerlukan tidak hanya garam lokal saja.

“Namun, jika pemerintah pusat sudah mengeluarkan kebijakan tersebut maka saya sebagai pemimpin daerah tidak bisa mencegah,”ungkapnya.

Kendati demikian, Haryanto telah melakukan komunikasi dan koordinasi kepada gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah agar garam impor tidak dikirim di Pati. Hal ini mengingat produksi garam menjadi salah satu sumber mata pencaharian daerah Pati.

“Melalui acara ini, saya sangat berterimakasih kepada kelompok PuGar yang telah mengawal dan membimbing petani garam di Pati sehingga dapat memberikan arahan kepada masyarakat,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here