PKL Simpang Lima Berharap Hati Nurani Bupati Tidak Merelokasi Pedagang

Reporter : Sigit Nugroho

0
469

Kota, Pati – Pedagang Kaki Lima (PKL) alun-alun simpang lima Pati berharap rencana relokasi pedagang dari alun-alun simpang lima tidak dilakukan oleh Pemkab Pati. Hal ini disampaikan Ketua Paguyuban Pedagang Kaki Lima Simpang Lima Pati (PKL Simpati), Thukul, saat dihubungi mitrapost.com.

Thukul meminta Pemkab Pati agar tidak merelokasi pedagang mengingat banyak pedagang yang menggantungkan hidupnya dengan berjualan di alun-alun pati.

“Untuk yang saya sampaikan mohon hati nurani pak bupati, apa yang sudah dijanjikan kepada rekan rekan mohon ditepati. Kebijakan bupati mohon dikaji ulang.” Jelas Thukul (7/2).

Thukul menjelaskan, saat masa kampanye pemilihan Bupati dan Wakil Bupati lalu, Bupati Haryanto pernah mengatakan jangan percaya isu-isu pemindahan alun-alun simpang lima, namun yang terjadi saat ini malah PKL simpang lima akan direlokasi.

“Dulu kan rekan PKL Simpang lima was-was terus jangan percaya dengan isu pkl simpang tidak ada relokasi, apabila nanti ada relokasi rembukan dulu.” ungkap Thukul.

Yang membuat PKL simpang lima semakin enggan dipindah yaitu karena tempat relokasi yang berada di Tempat Pelelangan Kayu (TPK) Perhutani, belakang GOR Pesantenan Pati dinilai tidak layak.

Seperti diketahui bahwa dalam Perda No 13/2014 terdapat pembagian zona hijau, zona kuning, dan zona merah. Dalam zona hijau diizinkan bagi PKL, zona kuning lokasi untuk kegiatan PKL terjadwal dan bersifat sementara berdasarkan tempat dan waktu. Sementara, zona merah merupakan daerah terlarang bagi PKL. Dalam hal ini komples alun-alun Pati termasuk dalam zona merah. (*) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here