Salah Kaprah, Peminta Sumbangan diduga Curi Gelang Emas Bernilai 2 Juta

0
14
Foto : Pemeriksaan atas dugaan pencurian gelang bernilai 2 juta rupiah di Polsek Margorejo

Margorejo, Pati – Salah kaprah, dua orang peminta sumbangan dilaporkan warga Desa Badengan ke Polsek Margorejo karena diduga mencuri gelang emas bernilai Rp 2 juta.

Pelaporan kejadian tersebut berawal dari praduga Sulistiowati, cucu dari Pasmi (79) yang diduga menjadi korban penipuan berkedok tarikan sumbangan atas nama yayasan. Kejadian ini terjadi pada Sabtu (9/2) di Desa Badegan RT 2/3 Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati.

Menurut keterangan Sulistiowati, ia melihat Pasmi tidak lagi mengenakan gelang emasnya dan berganti menjadi gelang karet sejam setelah dua orang peminta sumbangan mendatangi rumah nenek Pasmi. Ia menduga dua orang peminta sumbangan telah menghipnotis dan mencuri gelang nenek Pasmi.

“Saya tanya ke nenek katanya gelangnya diambil orang dan diganti gelang karet. Karena peminta sumbangan biasanya menghipnotis korban untuk diperdaya dan diambil barangnya,” terang Sulistiowati.

Baca juga : Penjual Balon Diduga Bunuh Diri dengan Terjun dari Lantai 7 Plasa Simpang Lima Semarang

Setelah itu, Sulistiowati bersama dengan beberapa warga mencari keberadaan dua orang peminta sumbangan tersebut.

Kedua terduga pelaku pencurian tersebut kemudian dibawa ke rumah Kepala Desa Badegan untuk diminta pertanggung jawabannya. Kendati banyak warga yang berdatangan, warga pun minta bantuan Bhabinkamtibmas untuk membawa kedua terduga pelaku ke Polsek Margorejo.

Sementara itu menurut hasil pemeriksaan Polsek Margorejo, dua orang terduga pelaku bernama Munipah dan Matoah asal Desa Paulan RT 3/5 Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak tidak terdapat barang buukti berupa gelang. Selain itu, kedua terduga pelaku tidak merasa meminta sumbangan dirumah Pasmi.

 “Terduga pelaku tersebut mengaku tidak merasa minta sumbangan ke rumah Ibu Pasmi. Dan tidak ditemukan barang bukti berupa gelang seperti yang telah dilaporkan,” terang Kapolsek Margorejo, AKP Endah Setianingsih.

Hasil pemeriksaan dari pihak korban diketahui bahwa Pasmi pada saat itu sedang tidur, setelah bangun gelangnya sudah tidak ada.

“Ibu Pasmi tidak mengetahui ada orang masuk dan mengambil gelangnya,” lanjutnya.

Selain itu, dalam proses pemeriksaan Pasmi tidak dapat mennjukkan bukti pembelian atau kepemilikan gelang emas tersebut. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here