oleh

Dewan Pati Imbau Selama pandemi Tetap Jaga Kelestarian Mangrove

Pati, Mitrapost.com – Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, dari Fraksi NKRI, Danung Singgihaji, mengimbau warga Pati agar tetap menjaga kelestarian mangrove untuk mengurangi gelombang laut yang semakin tinggi.

“Kelestarian mangrove untuk mengurangi abrasi dan gelombang laut yang semakin tinggi, yang menyebabkan ombak terus mengikis bibir pantai,” imbau Danung.

Gelombang laut yang tinggi bisa bisa menimbulkan kerusakan kapal dan bangunan di sekitar pantai hingga menyebabkan banjir.

Anggota Dewan yang juga Politisi dari Partai Hanura ini meminta agar selama pandemi, reboisasi mangrove tetap digalakan.

Baca juga : Selama Pandemi, Hutan Mangrove Tergerus Abrasi dan Ditebang Secara Ilegal

“Kita perlu reboisasi tanaman mangrove secara berkala. Dalam hal ini kita sebagai warga yang berada di sekitar bibir pantai dan Pemerintah Daerah agar juga ikut empati dalam penanaman pohon mangrove ini,” minta Danung.

Diketahui faktor penyebab gundulnya mangrove bukan hanya dari faktor alam atau abrasi. Di sisi lain penebangan pohon mangrove secara ilegal juga menimbulkan kegundulan yang cukup besar. Ia mengimbau kepada masyarakat untuk juga meningkatkan kesadaran terhadap dampak gundulnya mangrove.

“Karena oknum warga sekitar yang memang SDM-nya kurang. Dan dia memang tidak memikirkan alam Impek/dampak dari mangrove setelah ditebang,” kata Danung.

Perlu diketahui di tahun 2018 luasan hutan mangrove mencapai 213 hektar dan  bertambah pada tahun 2019 yaitu menjadi 225 hektar. Kemudian di tahun 2020 karena dibatasi oleh social distancing akibat wabah corona, reboisasi dan sulam hutan mangrove belum bisa dilakukan secara kolektif. (Adv/MA/DF/SHT)

Baca juga : 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, instagram, dan twitter

Redaktur : Dwifa Okta

Komentar

Berita Terkait