oleh

Kampung Ciblon, Wisata Air dengan Nostalgia Nuansa Zaman Dulu

Rembang, Mitrapost.com Sebentar lagi Rembang akan kembali kehadiran tempat wisata baru. Yakni Kampung Ciblon yang berada di desa Gedug, Bulu Rembang. Dalam grand design, Kampung Ciblon merupakan tempat wisata air dan kuliner di tengah suasana terik kota Rembang.

Namun wisata ini hadir berbeda dari konsep wisata air yang sudah ada di Rembang sebelumnya. Yaitu dengan menonjolkan gaya tradisional serta pemanfaatan alam sekitar yang menjadi identitas serta daya tarik yang memikat untuk pengunjung.

“Rancangan Kampung Ciblon sendiri merupakan tempat wisata air atau kolam renang dengan memanfaatkan bahan-bahan di sekitar. Serta dibalut konsep-konsep artistik sebagai identitas nanti,” jelas Abdul Chamim, penanggung jawab pembuatan Kampung Ciblon, Sabtu (19/9/20).

Menurut Abdul Chamim, pengambilan kata ‘ciblon’ sendiri untuk mengajak pengunjung bernostalgia kembali ke zaman dulu. Tetang bagaimana asiknya bermain air yang penuh suka cita. Dimana sudah tidak lagi ditemui di hari ini.

“Dulu itu ciblon merupakan kegiatan anak-anak yang bermain air dan memainkan musik di air. Jadi ada 4-3 atau lebih anak yang memukul-mukul air dengan pukulan berbeda, sehingga seolah-seolah menjadi musik tertentu.”

Baca juga: Bertepatan dengan Haul RA Kartini, Pemkab Rembang Launching Wisata Taman Batik Akar

Selain menikmati air yang sejuk, nuansa jadul dan kembali ke alam juga akan diperkuat dengan beberapa pendukung di area wisata tersebut. Mulai penggunaan saung-saung sebagai pengganti kedai, alat makan menggunakan kerajinan tembikar, hingga kolam penuh batu kali serta pancuran dari bambu akan membawa pengunjung ke pada masa kecil yang bahagia.

“Kampung Ciblon nantinya akan ada sajian-sajian kuliner dengan tembikar tanah liat serta daun pisang atau daun jati, ada ikan bakar dan jajanan tradisional.”

Berdiri di atas lahan pribadi, seluas 2.350 meter persegi, Kampung Ciblon direncanakan akan selesai 2 bulan lagi.  Sedangkan sampai 19 September 2020, pembangunannya sudah berjalan 50 persen.

Meskipun milik pribadi, Abdul Chamim berharap kehadiran Kampung Ciblon akan membantu dan mendongkrak perekonomian warga sekitar.  Yaitu dengan menyertakan diri dalam melakukan branding terhadap kampungnya melalui kreatifitas.

“Semestinya warga kampung setempat ikut branding, dengan kreatifitas yang mereka punya. Ada oleh-oleh yang tercipta dan lainnya.  Sehingga kampung ini sebagai stimulus atau titik awal merubah kesadaran akan tempat wisata.” (*)

Baca juga: 

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur : Ulfa PS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed