oleh

Ruwat Borobudur Digelar Virtual, Puncak Acara Juni Mendatang

Magelang, Mitrapost.com Pelaksanaan Ruwat Rawat Borobudur (RRB) ke-19 diselenggarakan secara virtual lantaran kondisi pandemi Covid-19 yang tidak memungkinkan untuk digelar seperti pada event-event tahun lalu.

Event yang sarat akan senin budaya rakyat Borobudur kali ini dibuka secara virtual di Pos Kenari Komplek Pelataran Candi Borobudur.

“Harapannya RRB ke 19 ini menjadi ruang pengabdian masyarakat dalam mendukung perkembangan seni budaya Borobudur,” kata budayawan penggagas RRB, Sucoro, Selasa (9/2/221).

Bagi Sucoro meskipun kondisi pandemi cukup memprihatinkan tapi bukan berarti semangat menjaga Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah surut.

”Ini kok teman-teman ya masih tetap survive, tetap punya spirit untuk melestarikan Borobudur. Di saat pandemi ini, tetap punya naluri, punya tanggung jawab setahun sekali bikin ruwatan,” ujar Sucoro.

Baca juga: Mengaca Erupsi Merapi 2010, Stupa Candi Borobudur Ditutup Terpal

Tahun ini, lanjut Sucoro, kita bisa melaksanakan agenda Ruwat Rawat Borobudur ke-19 dengan rangkaian kegiatan festival kesenian rakyat, penyelenggaraan acara-acara tradisi, sarasehan kebudayaan dan lain sebagainya.

Pembukaan dilangsungkan Selasa (9/2/2021), kemudian final festival kesenian rakyat direncanakan pada Juni 2021. Peserta festival kesenian rakyat ini meliputi dari kawasan Borobudur, Magelang, Temanggung, Kendal, Sragen maupun daerah lainnya.

RRB tahun ini mengambil tema ‘Sinau Maca Kahanan’ atau belajar memahami kondisi dari pandemi yang masih terjadi. Dalam adaptasi kebiasaan baru (AKB) RRB juga menngupas tema itu dalam dialog sarasehan secara virtual bersama berbagai tokoh budaya nasional.

Baca juga: Situs Kubur Batu Wong Kalang Disiapkan Menjadi Wisata Edukasi Budaya

Sucoro berharap agar Ruwat Rawat Borobudur ini tetap berlanjut. Sehingga tetap bisa mendampingi Borobudur sebagai warisan budaya dunia ini masih tetap berlanjut.

“Ini virtual. Nanti sebagian nanti di-upload di akun youtube. Harapannya kedepan dapat menjadi embrio digelarnya kongres kebudayaan Borobudur,” ujar dia.

Kegiatan RRB ke-19 ini digelar oleh Komunitas Brayat Panangkaran Borobudur bersama Dinas Komunikasi dan Informatikan (Diskominfo) Kabupaten Magelang, Balai Konservasi Borobudur, Taman Wisata Candi Borobudur, Kementrian Pendidikan Kebudayaan RI, dan Balai Pelestarian Pusaka Dunia (BPPI).

Dalam pembukaan RRB, sebanyak 258 paket sayur dibagikan kepada pekerja kebersihan dan masyarakat di sekitar Candi Borobudur. Sayur itu merupakan wujud rasa bersyukur dari petani lereng Gunung Sumbing Desa Sutopati Kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang.

“Ini luar biasa, banyak aspek yang dapat dilakukan komunitas dalam pelestarian Candi Borobudur,” Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNP) DIY-Jateng dan Jatim, Dwi Ratna N usai membuka acara tersebut. (*)

Baca juga: Museum Islam Nusantara Bakal Jadi Daya Tarik Baru di Lasem

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur : Ulfa

Tentang Penulis: Redaksi

Gambar Gravatar
Redaksi Mitrapost.com

Berita Terkait