oleh

Desa Karangrowo Banjir, Gerakan Masyarakat Pati Salurkan Bantuan

Pati, Mitrapost.com Relawan Gerakan Masyarakat Pati menyalurkan bantuan kepada warga Desa Karangrowo yang mengalami bencana banjir. Gerakan ini diinisasi oleh sekumpulan relawan asal Pati dan elemen gerakan masyarakat lainnya, seperti Patifosi, Social Sharing, Pati Playon, dan lain-lain.

Bantuan yang diberikan berupa 8 karung beras, 21 dus mi instan, dan air mineral. Bantuan tersebut disalurkan di rumah evakuasi Desa Karangrowo, Jakenan.

BPKAD Pati

“Gerakan Masyarakat Pati melakukan agenda ini, demi membantu warga korban banjir. Kami sebelumnya telah menggalang donasi sejak hari Rabu. Dana yang terkumpul mencapai Rp4.280.000,00. Dana kami gunakan untuk membelikan sembako untuk warga,” ungkap Damar Fajar selaku koordinator relawan.

Banjir melanda Desa Karangrowo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati sejak hari Jumat, (5/2/2021). Ketinggian air mencapai 70 sentimeter hingga 1 meter. Kondisi air mengalami pasang surut.

Baca juga: Banyak Sawah Alami Puso, Asuransi Pertanian Tak Mengcover Dampak Banjir

Saat ini 100 Kepala Keluarga (KK) telah mengungsi di posko pengungsian. Sebagian dari mereka ada yang mengungsi di rumah evakuasi namun ada juga yang mengungsi di rumah saudara yang aman dari banjir.

Menurut Trisno Utomo, Perangkat Desa Karangrowo, banjir ini disebabkan karena beberapa factor. Antara lain karena meluapnya Sungai Silugonggo, tingginya curah hujan, dan mampetnya muara arus sungai Silugonggo akibat kapal yang parkir di tambatan kapal.

“Tambatan kapal yang ada di Juwana menghambat arus aliran air dari Sungai Silugonggo sehingga airnya menumpuk di sini. Sehingga banjirnya di sini bisa berlangsung hingga berbulan-bulan,” jelasnya, Selasa (16/2/2021).

Baca juga: Banjir Tenggelamkan 5.964 Hektare Sawah, Petani Pati Rugi Rp12 Miliar

Hingga hari ini bantuan datang dari berbagai pihak baik pemerintah pun relawan.

“Selama ini kami kerja ekstra. Pagi terima bantuan, apabila bantuannya makanan siap saji maka harus segera didistribusikan. Kalau mi instan dan sembako maka kita packing-nya dulu kemudian pagi kita distribusikan,” ungkap Trisno.

Perlu diketahui, titik terparah bencana banjir berada di Dukuh Karangrowo, blok RT 4 sampai RT 1. Menurutnya, air sampai masuk ke dalam rumah warga.

Selain itu, banjir juga merendam sawah seluas 325 hektare. Hal ini menyebabkan aktivitas ekonomi warga lumpuh serta mengalami kisaran kerugian Rp3,6 miliar. (*)

Baca juga: Langganan Banjir Desa Banjarsari, 70 Persen Rumah Warga Terendam

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Ulfa

 

Berita Terkait