oleh

Digusur, Warga Cebolok Semarang Bertahan Hidup di Tenda

Semarang, Mitrapost.com Sebagian besar warga Kampung Cebolok, Kelurahan Sambirejo, Kota Semarang memilih bertahan kendati rumah mereka digusur.

Mereka bertahan hidup dengan mendirikan terpal yang didirikan ala kadarnya. Beberapa ibu-ibu tampak menenangkan anaknya sedang menangis.

Sementara beberapa lainnya tampak lesu, meratapi nasibnya tergusur dari rumah yang mereka huni selama bertahun-tahun lamanya.

“Tadi malam di sini ada 70-an orang. Ya desak-desakan, hujan, nggak bisa tidur. Seperti ini lah keadan kami sekarang,” ucap salah satu warga, Suparni, saat ditemui di lokasi, Sabtu (20/2/2021).

Warga mengaku tidak memiliki pilihan lain selain hidup bertahan di atas reruntuhan rumahnya. Apalagi mereka berasal dari ekonomi yang serba kekurangan.

“Mau gimana lagi rumahnya sudah hancur. Mau ngontrak, mau kos nggak punya uang,” celetuk warga lain.

Baca juga: Ricuh, Satpol PP Kota Semarang Bongkar Ratusan Rumah di Cebolok

Tak jauh dari lokasi tersebut, tampak juga tenda-tenda lain dalam ukuran yang lebih kecil. Tenda itu juga ditempati warga Cebolok bersama keluarganya.

Terlihat juga sekelompok orang yang berusaha menerjang gerimis, memunguti barang-barang yang masih bisa diselamatkan.

“Cari yang bisa diselamatkan, apa saja siapa tahu ada yang bisa diselamatkan dan dimakan,” ungkap salah satu warga.

Salah satu perwakilan warga, Eko Ariyadi (50) berharap supaya korban penggusuran lebih dimanusiawikan dan ke depannya bisa hidup layak.

“Kami akan tetap bertahan di atas bekas rumah sembari menunggu proses hukum selesai,” tegasnya.

Sebelumnya, 134 rumah warga di Kampung Cebolok, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang dibongkar Satuan Polisi Pamong Praja, Kamis (18/2/2021) lalu.

Baca juga: Heroik, Satpol PP Evakuasi Lansia Saat Pembongkaran Kampung Cebolok

Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan, pembongkaran ratusan rumah ini telah sesuai dengan prosedur.

“Ini merupakan lanjutan dari penyegelan yang dilakukan beberapa waktu lalu. Kami sudah mengupayakan tindakan persuasif dengan memberikan surat pengosongan rumah pada 3 Februari 2021. Karena tidak dikosongkan, hari ini kita bongkar,” ujarnya.

Ia menilai pembongkaran itu wajar dilakukan lantaran ratusan rumah itu dibongkar karena berdiri di atas lahan milik orang lain. Padahal warga juga telah menerima uang tali asih.

“Mereka menyalahi aturan, bangunannya berdiri di atas tanah orang lain.Warga juga sudah menerima uang tali asih atau ganti rugi. Kami melaksanakan rekom segel dan rekom bongkar. Bahkan sudah ada upaya persuasif sebelumnya dengan rapat 5 kali,” tandasnya. (*)

Baca juga: Satpol PP Pati Kembali Lakukan Penyegelan Tempat Karaoke, Hasilnya Mengejutkan

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Ulfa

 

Berita Terkait