oleh

Nilai IPG Naik, Penyetaraan Gender di Kudus Membaik

Kudus, Mitrapost.com Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Dinas Sosial P3AP2KB mendukung peningkatan penyetaraan gender. Komitmen tersebut salah satunya dengan meningkatkan anggaran tiap tahun.

Hal tersebut diungkapan Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kudus Hartopo saat membuka Bintek Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender, Kamis (8/4/2021).

Hartopo menyebut peningkatan kesetaraan gender di Kabupaten Kudus baik. Terbukti, Indeks Pembangunan Gender (IPG) dan Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) Kabupaten Kudus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Tercatat indeks IPG Kabupaten Kudus pada 2019 sebesar 92,89 menjadi 92,90 pada 2020. Kemudian, indeks IDG Kabupaten Kudus pada 2018 sebesar 62,07 menjadi 65,24 pada 2019. Berbagai program juga terus dirancang untuk meminimalisir kesenjangan bagi perempuan dalam berkarya dan berpendapat

“Alhamdulillah selama ini angka IPG dan IDG setiap tahun terus meningkat. Kami akan terus berupaya mengurangi diskriminasi perempuan,” ucapnya.

Baca juga: Bupati Blora Dukung Kesetaraan Gender Melalui Raperda PUG

Pada 2020, anggaran untuk responsif gender sebesar 159 miliar rupiah. Meningkat dari tahun 2019. Dana tersebut selanjutnya diplot di berbagai instansi. Tahun ini, Hartopo meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk berupaya meningkatkan anggaran.

Program seperti peningkatan partisipasi dalam pengambilan keputusan atau yang berhubungan langsung dengan pemberdayaan perempuan harus diprioritaskan. Hal tersebut untuk mengupayakan keadilan bagi perempuan.

“Saya meminta TAPD agar anggaran pemberdayaan perempuan terus ditingkatkan. Kami berupaya untuk terus menghapus diskriminasi kaum perempuan,” jelasnya.

Baca juga: GOW Kudus Ajak Orang Tua Berperan dalam Mencegah Pernikahan Dini

Pihaknya juga mnginstruksikan kepada TAPD agar mempertimbangkan gender analisis dalam setiap usulan kgiatan dan subkegiatan sebelum anggaran berjalan. Hartopo memaparkan apabila tidak ada diskriminasi, pembangunan sapat lebih adil dan merata.

“Harus ada pertimbangan terkait analisis gender setiap kegiatan. Agar pembangunan jadi lebih adil dan merata,” tegasnya. (*)

Baca juga: Pekan Kuliner Nusantara, Apresiasi Produk Makanan Lokal Perempuan Rembang

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Ulfa PS

Tentang Penulis: Redaksi

Gambar Gravatar
Redaksi Mitrapost.com

Komentar

Berita Terkait