oleh

Sistem Tanam Jajar Legowo Dapat Menghasilkan 9 Ton Padi Per Hektare

Pandawa BPJS JKN PATI

Pati, Mitrapost.com – Sistem tanam padi Jajar Legowo 2:1 mampu hasilkan panen mencapai 9 hingga 10 ton per hektare. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya berbagai temuan hasil ubinan di Sekolah Lapang (SL) IPDMIP.

Menurut Petugas Analisis Lahan Pertanian, Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati, Suharto mengatakan selama ia mengamati perkembangan SL IPDMIP di beberapa tempat yang menerapkan ubinan Jajar Legowo 2:1, terdapat hasil panen yang melimpah dibandingkan sistem tanam biasa.

BPKAD Pati

Baca Juga: Dispertan Sosialisasikan Program Penangkaran Benih Padi ke Petani

“Hasil panen ubinan padi yang ditanam dengan Jajar Legowo 2:1 sangat signifikan. Kalau sistem tanam biasa hanya mampu memanen padi 8 ton, sedangkan kalau sistem tanam Jarwo (Jajar Legowo) 2:1 mampu meraih hasil panen 9 sampai 10 hektare. Menguntungkan, bukan ?” ujar Suharto kepada Mitrapost.com belum lama ini

Baca Juga :   DPRD Dukung Langkah Dispertan Tingkatkan Produktivitas Petani Tembakau

Dirinya selama ini telah mengamati ke beberapa unit pelaksanaan kegiatan SL. Kesuksesan dari sistem tanam Jajar Legowo 2:1 ia temui di beberapa desa. Diantaranya Desa Kedalingan, Desa Tambakromo, Desa Karangkonang, dan Desa Ngepungrejo.

Perlu diketahui, peserta praktik SL IPDMIP akan berkesempatan memulai cara tanam Jajar Legowo 2:1 di lahan yang menjadi Laboratorium Lapangan (LL).

Baca Juga: Dispertan Targetkan Populasi Itik Capai 310 Ribu Ekor di 2021

Berdasarkan keunggulan sistem tanam tersebut, maka secara otomatis mengedukasi para petani untuk belajar dari petani yang menjadi peserta SL.

Pasalnya, selama ini hanya petani peserta SL saja yang memperoleh pengetahuan tentang sistem tanam Jajar Legowo 2:1. Apalagi mereka masih menggunakan sistem tanam biasa.

Baca Juga :   Dewan Pati Dukung Biaya PTSL Maksimal Rp400 Ribu

“Saya mengawal pertemuan-pertemuan SL di seluruh Kabupaten Pati. Adanya materi tersebut, minimal petani mendapatkan ilmu dan menularkannya ke peserta lain maupun ke petani lain,” ujarnya

Baca Juga: Dispertan Pati Optimalkan Kostratani dan Peran PPL

Dengan demikian, kesadaran petani diuji dan ketelitian petugas juga diuji untuk menindaklanjuti hasil SL ini supaya dijalankan kepada petani-petani di Kabupaten Pati.

Hal tersebut dikuatkan oleh Kepala Seksi (Kasi) Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dispertan Kabupaten Pati, Evi Nindya Kusuma. Ia mengungkapkan, ketika SL telah selesai diharapkan petani mampu dan mau menerapkan sistem tanam Jajar Legowo 2:1 di lahan masing-masing.

Pasalnya, Jajar Legowo 2:1 mampu menanam jumlah populasi padi lebih banyak di tiap hektarnya. Serta sistem tanam ini dapat meminimalisir serangan hama. (*)

Baca Juga :   Dilantik Jadi P3K, Penyuluh Pertanian Lebih Semangat Bertugas

Baca Juga:

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Mila Candra

Diskominfo Pati Gelar Pertunjukan Ketoprak Virtual dalam Upaya Tekan Peredaran Rokok Ilegal

Komentar

Berita Terkait