oleh

Video : Kebutuhan Kopi di Rembang Capai 25 Ton per Bulan

Rembang, Mitrapost.com – Kota Rembang memiliki potensi cukup baik untuk pemasaran komoditas hasil perkebunan kopi. Pasalnya kebutuhan kopi di Rembang hampir menyentuh angka lebih dari 20 ton per bulannya.

Hal tersebut disampaikan oleh Ika Himawan, Kabid Perkebunan Dispertan Rembang saat dihubungi tim Mitrapost.com Kamis (10/6/21).

BPKAD Pati

Ika mengatakan setidaknya kebutuhan kopi di Rembang mencapai 25 ton perbulan.

“Klaster kopi itu butuh 25 ton kopi perbulan. Ternyata petani Rembang tidak mencukupi, jadi ngambilnya di Pati,” terangnya.

Banyaknya kebutuhan ini untuk memenuhi konsumsi warga Rembang sendiri terhadap kopi yang di salurkan ke warung-warung di Rembang.

Dalam keterangan Ika setidaknya dalam kelompok klaster kopi setidaknya ada 400 warung yang tergabung.

“Anggotanya ada 400 warung sehingga kebutuhan mencapai 25 ton itu. Sementara kopi Rembang sendiri susah nyarinya. Padahal kopi Rembang harganya sendiri lebih mahal, sekitar Rp32 ribu perkilo dibanding Pati yang hanya Rp22 ribu perkilo,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Ika juga menjelaskan sejumlah kendala terkait minimnya persediaan kopi di Rembang ini. Selain minimnya lahan, perawatan petani kopi juga dinilai kurang. Sehingga produktivitas kopi di Rembang tak maksimal.

Pembibitan juga menjadi kendala lain dari produksi kopi yang ada di Rembang. Pasalnya, Dinas Pertanian Rembang sempat mengupayakan penanaman bibit dari area Temanggung, namun karena tidak cocok dengan lingkungan sejumlah tanaman gagal produksi.

Komentar

Berita Terkait