oleh

Vaksin Covid-19 Saat Ini Masih Efektif Lawan Varian Mu

Pati, Mitrapost.com – Setelah Varian Delta, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali mengumumkan terjadi mutasi virus corona (Covid-19) jenis baru varian Mu atau B.1.621.

Sebagian besar masyarakat khawatir jika varian ini menjadi varian baru yang bisa menghindari pertahanan kekebalan tubuh hingga vaksin.

Pbb - Mitrapost.com

Banner Bphtb - Mitrapost.com

Menanggapi isu tersebut Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (Kabid P2P) Dinkes Pati dr Joko Leksono Widodo mengungkapkan bahwa berbagai jenis vaksin Covid-19 yang telah disuntikkan ke masyarakat saat ini masih efektif untuk memerangi virus jenis ini.

“Pertanyaannya apakah vaksin yang sekarang bisa mengatasi varian ini. Secara garis besar Sinovac,  Astrazeneca, dan Moderna masih bisa,” terang Joko kepada Mitrapost.com saat ditemui di kantornya, Jumat (10/9/2021).

Baca Juga :   Vaksin Akan Berbayar Tahun Depan, Ini Kata Dinkes

Kendati demikian, selain vaksinasi menurut Joko, cara paling efektif memerangi virus ini adalah kepatuhan masyarakat menjaga protokol kesehatan 5M, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, memakai masker, mencuci tangan dan mengurangi mobilitas.

“Inti problem-nya kita arahnya ke Prokes. Apapun vaksinnya kalau Prokes tidak ditaati ya naik lagi kasusnya seperti di Amerika dan Malaysia. Mereka kan terjadi gelombang ketiga,” imbuhnya.

Ia melanjutkan sampai saat ini penyebaran varian Mu di antara kasus Covid-19 di Jawa Tengah belum bisa diketahui secara pasti lantaran indikasinya berbeda dengan varian Delta.

“Memang secara sepesifik kami di daerah, Pati belum menemukan itu, tapi secara garis besarnya varian Mu itu perlu penelitian khusus Mu ketika ada multiplikasi. Multiplikasi ini yang belum teridentifikasi,” terangnya.

Baca Juga :   Operasi Yustisi di Rembang, 7 Warkop Dibubarkan Petugas

Begitupun ancaman yang ditimbulkan, karena tingkat bahaya varian ini baru bisa diketahui tergantung pada pertumbuhan kasusnya.

“Contoh yang bisa kita ketahui, kalau virus varian delta bisa ditandai dengan panas tinggi. Tapi bisa saja pasien yang tanpa panas tapi di badannya teridentifikasi mengandung virus corona ini yang menyusahkan kita,” katanya.

Sementara pihaknya tengah berfokus pada varian Delta yang sangat menular sembari mencari varian lain yang mungkin menyebar. (*)

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Diskominfo Pati Gelar Pertunjukan Ketoprak Virtual Dalam Upaya Tekan Peredaran Rokok Ilegal

Komentar

Berita Terkait