oleh

Curah Hujan Tinggi, Petani Tembakau di Rembang Terancam Merugi

Rembang, Mitrapost.com – Kondisi curah hujan yang tinggi selama beberapa pekan terakhir di sejumlah daerah, berpotensi merusak tanaman tembakau di wilayah kabupaten Jombang, khususnya di wilayah Gilis Kecamatan Sarang. Tampak puluhan tanaman tembakau layu dan mati.

Akibatnya, sejumlah petani tembakau terpaksa mengcangkuli lahan dan membongkar tanaman tembakaunya dan mengganti dengan bibit yang baru.

Pbb - Mitrapost.com

Banner Bphtb - Mitrapost.com

“Hujan selama 3 hari berturut turut, yang terjadi pada hari Jum’at sampai Senin ini, menyebabkan tananaman tembakau jadi layu dan mati. Sebab akarnya membusuk tergenang air,” ungkap Sumarji kepada wartawan Mitrapost.com.

Masih kata sumarji, di lahan seluas 3.500 meter persegi  terpaksa ia bongkar, lantaran tanaman tembakau yang sudah setinggi 30 Sentimeter sudah layu dan Mati.  Sehingga dirinya memprediksi bakal merugi, jika hujan masih terus mengguyur.

Baca Juga :   Poros Jalan Desa Akan Diatur Melalui Peraturan Bupati

“kalau tembakau masih kecil, masih ada harapan, walaupun layu begini karna belum dipupuk. Kalau yang besar, tidak bisa. Dan kalau sampai akhir September dan curah hujan masih tinggi, bisa dipastikan seluruh petani tembakau akan gagal panen dan merugi” pungkasnya.

Untuk tanaman tembakau yang sudah layu dan mati, petani bisa menanam ulang. Namun petani harus mempersiapkan saluran irigasi kecil supaya air yang mengenang di lahan tembakau bisa mengalir dan tidak tertampung di lahan tembaku.

Apabila sampai akhir bulan September ini curah hujan semakin tinggi, dimungkinkan banyak petani tembakau yang akan beralih menjadi petani padi, mengingat tanaman padi yang paling cocok ditanam pada musim ini. (*)

Baca Juga :   Cara Unik Babinsa Gunem Bagikan Takjil Kepada Masyarakat

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Diskominfo Pati Gelar Pertunjukan Ketoprak Virtual Dalam Upaya Tekan Peredaran Rokok Ilegal

Komentar

Berita Terkait