oleh

Tercepat ke-2 Pendataan SDGs Desa, Rembang Diharap Mampu Lepas Kemiskinan Ekstrim

Rembang, Mitrapost.com – Keberhasilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang, Jawa Tengah menyelesaikan pendataaan SDGs Desa secara cepat mendapat apresiasi Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Capaian ini diyakini, akan mampu membawa Kabupaten Rembang menangani kemiskinan ekstrem dengan cepat.

Bpkad Pati

“Kami sangat mengapresiasi keberhasilan Pemkab Rembang menyelesaikan pendataan SDGs Desa tercepat se-Indonesia. Capaian ini menunjukkan bahwa Bupati Rembang sangat paham pentingnya data level desa untuk menyelesaikan berbagai permasalahan mendesak yang ada, salah satunya terkait kemiskinan ekstrem,” ujar Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar di Pendopo Bupati Rembang.

Gus Menteri sapaan akrabnya, mengatakan, pendataan SDGs Desa yang telah selesai itu akan digunakan sebagai basis data dalam menyelesaikan kemiskinan ekstrem di desa. Dalam data tersebut, semua warga miskin ekstrem di desa akan terdata secara detil.

Baca Juga :   Prakiraan Cuaca Kabupaten Pati, Kamis 2 September 2021

“Dengan data ini maka penyelesaian permasalahan kemiskinan ekstrem di desa dapat dilakukan dengan benar dan tepat sasaran,” katanya.

Dia mengungkapkan, salah satu kendala terbesar dalam menuntaskan kemiskinan ekstrem di level desa adalah tidak adanya data komprehensif. Akibatnya berbagai program dan bantuan untuk pengentasan kemiskinan tidak selalu tepat sasaran. Dengan adanya data SDGs Desa penanganan kemiskinan akan lebih cepat dilakukan.

Dalam kesempatan itu, Gus Menteri juga mengapresiasi Kabupaten Rembang yang telah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa hingga bulan ke 9. Menurutnya, keseriusan pemerintah dalam menyalurkan BLT Dana Desa akan sangat membantu menangani permasalahan ekonomi warga akibat pandemi covid-19.

“BLT Rembang sekarang sudah masuk bulan ke-9. Artinya semua yang berhak atas BLT Dana Desa sudah menerima sejak sekarang ini. Padahal September masih lama,” ujarnya.

Baca Juga :   Dispertan Pati Gelar Bimtek BPP Kostratani Proyek IPDMIP 2021

Di sisi lain, Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan, SDGs Desa yang dipelopori oleh Gus Menteri ini menjadi terobosan program pembangunan desa yang lebih terarah, terkonsep, dan terukur. Ia berharap, SDGs Desa menjadi pintu bagi percepatan pembangunan desa-desa di Rembang.

“Mudah-mudahan dengan terobosan ini bisa mengungkit kesejahteraan masyarakat, dan menjadikan Rembang sebagai daerah berkembang bahkan maju,” ujar Abdul Hafidz. (*)

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Diskominfo Pati Gelar Pertunjukan Ketoprak Virtual Dalam Upaya Tekan Peredaran Rokok Ilegal

Komentar

Berita Terkait