oleh

Pengerjaan Jembatan Kaca di Tinjomoyo Tak Sesuai Target, Wali Kota Semarang Kecewa

Semarang, Mitrapost.com – Lantaran pengerjaan proyek jembatan kaca di Tinjomoyo dinilai tak sesuai target yang diharapkan, wali kota Semarang, Hendrar Prihadi mengaku kecewa.

Hendi menilai, pelaksana yang mengerjakan proyek tersebut tidak berkualitas dan tidak dapat dipercaya dengan baik.

Pbb - Mitrapost.com

Banner Bphtb - Mitrapost.com

“Aduh, saya sedih karena evaluasi jembatan kaca kontraktornya tidak bonafide, tidak berkualitas,” katanya, Rabu (13/10/2021).

Proyek ini merupakan proyek dedicated atau program prioritas Pemerintah Kota Semarang. Namun pada kenyataannya, progres proyek tersebut justru mengalami deviasi hingga 25 persen. Ia pun meminta kepada pihak yang bersangkutan untuk memutuskan kontrak jika tidak bisa merampungkan proyek tersebut.

“Kalau tidak mampu, diputus kontrak saja daripada jadi pekerjaan yang tidak berkualitas. Saya lagi sedih tentang hal ini,” ucapnya

Baca Juga :   Panwaslu Kecamatan Ngaliyan Ajak Santri untuk Mengawasi Pilwakot 2020

Hendi menjelaskan, Pemerintah Kota Semarang membagikan informasi pekerjaan, dalam hal ini lelang, agar program pemkot dapat dikerjakan dengan baik. Apalagi, jika kontraktor warga Semarang, menurutnya, itu menjadi kebanggaan tersendiri.

“Kalau yang terjadi asal-asalan tidak selesai, tidak berkualitas, alasannya tidak punya duit, kenapa nawar,” katanya.

Jika proyek ini tidak bisa rampung pada 2021, Hendi berharap, pengerjaan Jembatan Kaca bisa diteruskan tahun depan.

Proyek ini merupakan satu diantara proyek Pemerintah Kota Semarang yang sempat tertunda pada 2020 lalu.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman menyayangkan proyek Jembatan Kaca Tinjomoyo yang tidak berjalan lancar.

Kontraktor yang sejak awal semangat bisa mendapatkan dan memenangkan tender Jembatan Kaca justru tidak serius dalam pengerjaannya. Padahal, Jembatan Kaca merupakan proyek pemerintah membuat daya tarik wisata baru di Semarang.

Baca Juga :   Kasus Kekerasan di Semarang, 164 Pada Perempuan dan 71 pada Anak

“Menurut saya kegagalan program yang sangat disayangkan. Kasihan pemkot karena ini daya tarik objek wisata di Semarang,” ungkap Pilus sapaan akrabnya

Ia berharap, hal serupa tidak terjadi lagi. Ia juga mengimbau seluruh rekanan bisa serius saat bersaing di Kota Semarang agar program pemkot bisa rampung sesuai target.

Menurutnya, dewan pernah mewanti-wanti pemkot agar tidak mendapatkan kontraktor yang tak bonafide. Namun aturan lelang tender terbuka untuk umum. Sehingga siapapun boleh mengikuti. (*)

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Diskominfo Pati Gelar Pertunjukan Ketoprak Virtual Dalam Upaya Tekan Peredaran Rokok Ilegal

Komentar

Berita Terkait