oleh

Penemuan Terowong Kuno di Kawasan Bogor

Mitrapost.com Penemuan terowongan kuno dan ruangan bawah tanah yang ditemukan di kawasan Stasiun Bogor. Balai Arkeolog Jawa Barat bersama tim Pemkot Bogor akan melakukan penelitian lebih lanjut dalam hal ini.

Sebelumnya, hasil penggalian pada hari Kamis (14/10) ditemukan kembali dua saluran air lain yang bermuara pada bak penampungan atau ruangan bawah tanah yang ditemukan sebelumnya. Total ada tiga saluran air dari tiga arah berbeda menuju bak penampungan.

Pbb - Mitrapost.com

Banner Bphtb - Mitrapost.com

“Berdasarkan hasil peninjauan kami memang ditemukan saluran lama. Saluran ini kalau diperhatikan itu terdiri dari balai yang diperuntukkan untuk aliran, ada yang ke arah barat, timur bahkan selatan,” kata Kepala Balai Arkeologi Jabar Deni Sutrisna, pada Jumat (15/10/2021).

Baca Juga :   Wakil Ketua DPR Dipanggil KPK sebagai Tersangka

“Namun sayang untuk sejauh mana saluran ini berakhir itu belum dipastikan karena sudah tertutup oleh bekas implasemen bangunan, terutama yang di dalam lingkungan stasiun kereta api atau depo Stasiun Bogor,” ungkap Deni.

Penemuan saluran air kuno tersebut meyakinkan dugaan peneliti bahwa terdapat ruang bawah tanah .

“Sejauh ini ada 3 saluran air yang kita temukan, semuanya bertemu di ruangan itu. Pertama yang dari arah Jalan Nyi Raja Permas itu (pertama ditemukan), kemudian dari arah stasiun dan ketiga itu arah Sungai Cipakancilan,” kata Wahyu, Ketua Tim Penelitian Terowongan Kuno yang dibentuk Pemkot Bogor, Jum’at (15/10/2021).

“Jadi memang tempat yang kita datangi itu, kita kenali sebagai titik pertemuan dari beberapa saluran tadi,” kata tim ahli dari Universitas Pakuan Bogor ini menegaskan.

Baca Juga :   Direktur PT Loco Montrodo Gugat KPK atas Kasus Penetapan Tersangka

Wahyu mengungkapkan saluran air tersebut memiliki tiga fungsi yaitu drainase, irigasi dan pendukung kereta api di zamannya yang menggunakan tenaga uap.

“Mungkin kalau bicara fungsi itu ada fungsi drainase, tapi kemudian mungkin jika kaitkan dengan jaringannya mungkin juga ada fungsi irigasi, kemudian ketiga ada fungsi untuk kereta api di zaman itu yang menggunakan tenaga uap, jadi air digunakan untuk mendukung kereta api itu,” kata Wahyu.

Wahyu mengatakan bahwa bangunan tersebut dibangun pada kurun waktu yang berbeda di zaman kolonial Belanda.

“Misalnya dari sisi material, kalau dilihat material pada gorong-gorong pertama ditemukan itu material konstruksinya kan bata merah, sementara di ruang bak sendiri itu konstruksinya bukan bata merah melainkan pasangan batu kali. Jadi itu menegaskan bahwa konstruksi itu berbeda masa dengan saluran pertama ditemukan,” jelasnya.

Baca Juga :   Penganiaya Muhammad Kece Diperiksa Hari Ini

“Kemudian, kalau kita lihat saluran yang ke arah stasiun, itu berbeda lagi. Kalau kita teruskan saluran arah stasiun itu kita akan temukan saluran berupa terowongan yang lingkarannya terbuat dari tanah liat. Itu berbeda lagi dengan bangunan yang lain,” pungkas Wahyu. (*)

Artikel ini telah tayang di DetikNews dengan judul “‘Terowongan Kuno’ Kembali Ditemukan di Kawasan Stasiun Bogor”

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Diskominfo Pati Gelar Pertunjukan Ketoprak Virtual Dalam Upaya Tekan Peredaran Rokok Ilegal

Komentar

Berita Terkait