oleh

Tahun Ini Sudah Tak Ada Lagi Desa Tertinggal di Rembang

anda ingin cepat kaya kerja sambil jalan - jalan di luar negeri? dan dapatkan gaji jutaan rupiah!! hubungi 0821-3869-9954

Rembang, Mitrapost.com – Wahyono, Tenaga Ahli Kabupaten kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Rembang memastikan, sudah tidak ada lagi desa dengan status Desa Tertingal di wilayah Rembang, Jawa Tengah.

Tercatat sejak tahun 2017 hingga tahun 2021, desa berstatus desa tertinggal terus mengalami penurunan. Dengan rincian, di tahun 2017 yang awalnya terdapat 138 desa tertinggal di Rembang, turun menjadi 33 desa di tahun 2018.

kemudian turun lagi di tahun 2019 tersisa 8 desa tertinggal. Kemudian Kembali mengalami penurunan di tahun 2020, dengan 2 desa dan terakhir di tahun 2021, sudah tak ada lagi desa tertinggal.

Wahyono menyebut, turunnya angka desa tertinggal ini dipengaruhi oleh optimalisasi penggunaan dana desa, terutama untuk pembangunan infrastruktur.

Baca Juga :   Pemkab Rembang Antisipasi Dua Ancaman Pilkada, Penyebaran Covid-19 Hingga Keamanan

“Karena memang yang menyebabkan desa tertinggal karena kurangnya infrastruktur seperti sarana kesehatan, jalan, sarana pendidikan. Dana desa itu menyentuh kesana sehingga menaikkan status desa sehingga tidak ada lagi persoalan infrastruktur,” terang Wahyono kepada Mitrapost.com saat ditemui di Kantor Dispermades Rembang hari ini, Jumat (26/11/21).

Perlu diketahui, turunnya klasifikasi desa tertinggal tersebut berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM). IDM adalah pengukuran Status Kemajuan dan Kemandirian Desa untuk pengklasifikasian Desa dalam rangka menentukan intervensi baik anggaran maupun kebijakan pembangunan Desa.

Wahyono menerangkan, terdapat tiga indikator yang digunakan untuk mengukur indeks desa, diantaranya adalah Indikator ekonomi, lingkungan, dan sosial.

Indikator sosial meliputi insfrastruktur, seperti gedung kesehatan, Pendidikan, dan permukiman. Sedangkan indikator ekonomi meliputi layanan ekonomi yang ada di desa, seperti ketersediaan Bumdes, jumlah pertokoan dan sektor ekonomi lainnya.

Baca Juga :   Kelangkaan Solar Dipicu Tingginya Permintaan Konsumen

“Kalau Lingkungan itu tentang mitigasi bencana dan sebagainya,” terang Wahyono.

Tak hanya desa tertinggal saja yang jumlahnya nol, ia juga menyebutkan bahwa desa kategori berkembang, maju, dan mandiri juga terus mengalami kenaikan tahun ini. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Googlenews. silahkan Klik Tautan https://bit.ly/googlenewsmitrapost dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Video Viral

Komentar