oleh

700 Nelayan di Rawa Pening Terima Asuransi

anda ingin cepat kaya kerja sambil jalan - jalan di luar negeri? dan dapatkan gaji jutaan rupiah!! hubungi 0821-3869-9954

Semarang, Mitrapost.com – Sebanyak 700 nelayan di Rawa Pening menerima asuransi dari pemerintah provinsi Jawa Tengah.

Asuransi tersebut diperlukan nelayan sebagai perlindungan Ketika sedang bekerja. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Ketahanan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang Wigati Sunu.

Meski saat ini sedang dilaksanakan proses revitalisasi Rawa Pening oleh Kementerian PUPR RI, masih ada nelayan yang bekerja mencari ikan.

“Jika terjadi musibah saat bekerja di rawa, nelayan bisa memperoleh santunan dari asuransi ini,” terangnya pada penyerahan asuransi tersebut secara simbolis di pendapa obyek wisata Bukit Cinta Banyubiru, Senin (29/11/2021).

Disampaikan, asuransi tersebut tidak hanya menng-cover saat menangkap ikan. Di luar kegiatan itu, juga diberikan pertanggungan kecelakaan. Adapun besaran nilai manfaat asuransi ini, mulai dari Rp20 juta sampai dengan Rp200 juta.

Baca Juga :   Ruang Isolasi dan ICU di Semarang Penuh

Kepala Seksi Perikanan Tangkap Dispertanikap Kabupaten Semarang Wekas Sawitri menjelaskan, para nelayan berasal dari Bawen, Tuntang, Ambarawa, dan Banyubiru. Saat ini, tercatat ada sekitar 1.500 orang nelayan yang menggantungkan hidup dari usaha tangkap ikan di Rawa Pening.

Ditambahkan, pada 2021 ini, para nelayan diajak berdialog untuk menata pola penangkapan ikan di Rawa Pening usai revitalisasi. Nantinya, para nelayan diwajibkan untuk menggunakan alat tangkap ikan yang ramah lingkungan.

“Jadi seperti memakai branjang atau sejenis karamba itu nantinya tidak boleh. Para nelayan akan diarahkan untuk menggunakan alat tangkap ramah lingkungan. Hal itu untuk menjaga mutu ekosistem rawa dan diselaraskan dengan kepentingan pariwisata,” katanya.

Baca Juga :   Bantuan Bedah Rumah Warga, Dinas Pendidikan Apresiasi Kwarran Candisari

Salah seorang nelayan, Asrul Sani (52) mengaku, tidak menolak adanya revitalisasi Rawa Pening. Ia berharap, langkah tersebut dapat meningkatkan pendapatannya sehari-hari.

“Rata-rata sehari saya bisa mendapat tujuh kilogram ikan nila. Kalau bisa pembatasan lokasi penangkapan ikan tidak mengurangi pendapatan kami,” kata pria asal Cerbonan, Banyubiru. (*)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Googlenews. silahkan Klik Tautan https://bit.ly/googlenewsmitrapost dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Video Viral

Komentar