oleh

Hadapi Varian Omicron, Kemenkes Nilai Pemberian Vaksin Booster Belum Dibutuhkan

Mitrapost.com – Virus Covid-19 varian Omicron kini telah merebak di beberapa negara. Mengatasi kasus ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menilai, pemberian vaksin ketiga (booster) belum dibutuhkan.

Hal tersebut dikarenakan, belum semua masyarakat mendapatkan vaksinasi dengan dosis yang lengkap.

“Vaksin booster belum diperlukan, yang penting seluruh sasaran vaksinasi mendapatkan dosis lengkap, yaitu dosis satu dan dua,” jelas Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi virtual, Rabu (1/12/2021).

Nadia mengatakan, terdapat negara-negara lain yang cakupan vaksinasinya sudah 50-60 persen, namun masih menyisakan kelompok sasaran yang belum divaksin. Kondisi inilah yang menjadi celah menularkan virus dan berkembang dalam masyarakat.

Kemudian, jika virus tersebut mempunyai kesempatan untuk menyebar dan menginfeksi lebih banyak orang, maka lebih mudah menghasilkan mutasi atau varian baru, karena hal tersebut menjadi bagian dari adaptasinya.

Baca Juga :   Kunjungan Ke Papua, Ganjar Bahas Radio, PON Hingga Ekonomi Kreatif di Papua

“Sehingga ini menjadi penting untuk menyegerakan saudara-saudara kita yang belum mendapatkan vaksin dosis pertama dan kedua. Tujuannya supaya tidak ada celah untuk virus berkembang dan menyesuaikan diri kemudian menghasilkan varian baru,” tuturnya.

Hingga saat ini, Kemenkes mencatat, jumlah total masyarakat yang mendapatkan vaksin dosis pertama sekitar 138 juta atau 67 persen. Kemudian yang mendapatkan dosis kedua di angka 95,5 juta atau baru 45,8 persen.

“Dari seluruh target sasaran berusia di atas 12 tahun, kelompok lanjut usia (lansia) jadi perhatian Kemenkes,” tukasnya. (*)

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Komentar

Berita Terkait