oleh

Warga Penerima BPNT Temukan Beras Berbau

Banyumas, Mitrapost.com – Warga penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) menemukan beras berbau ataupun tidak enak jika dimasak.

Hal ini pun lantas diadukan kepada pemerintah setempat. Bupati Banyumas Achmad Husein lantas melakukan sidak ke sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dan Agen / E-Warung yang mendistribusikan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kecamatan Cilongok, Selasa (4/1/2022).

Kunjungan pertama di Agen Fitri Nur Cahyani Desa Pageraji RT 1 RW 10, setelah tidak mendapatkan contoh beras yang didistribusikan, Bupati menuju Rumah Nariwen (63 tahun) Warga RT 1 RW 10 Pageraji. Menurut Nariwen untuk pembagian beras kali ini kalo dimasak pera, meski tidak berbau. Senada disampaikan Daryati (35 tahun) Warga RT 2 RW 8 bahwa ia harus mencampur dengan beras yang baru agar nasinya lebih enak.

Baca Juga :   Rekening 15 Ribu KPM BPNT di Pati Belum Cair, Senilai Rp10 Miliar

“Kalau yang menerima 10 kg berasnya baik, tetapi untuk yang menerima banyak ini kurang bagus sehingga harus dicampur dengan beras yang saya beli, tetapi untuk yang lain seperti telur, daging, buah, bawang merah, bawang putih dan lainnya kualitas baik,” katanya.

Sidak dilanjutkan di agen Alip Saefudin RT1 RW 5 Desa Pernasidi. Ia menceritakan bahwa dirinya sudah terlanjur membuat kontrak dengan supliyer, dan sudah melakukan complain dengan supliyer sehingga kekurangan ia membeli sendiri. Hal yang sama disampaikan Agen Waryanti Desa Cilongok RT 1/4.

“Tapi jika ada KPM yang complain saya siap mengganti, dan ada beberapa yang minta ganti,” jelas Waryanti.

Keluarga Jumirah / Ali Warga RT 8 RW 4 Desa Cilongok mengaku menerima beras yang bau. Namun ia tidak berani mengembalikan karena takut tidak menerima lagi.

Baca Juga :   Nakes Dadakan, Bantu Tangani Covid-19 di Desa Karangnangka

“Saya memasak dengan ditambah dengan daun jeruk biar tidak terlalu bau,” kata Jumirah Istri Ali.

Menurut Husein, penyebab penyaluran BPNT yang tidak layak disebabkan sudah ada kerjasama antara E Warong dengan supliyer, padahal E Warong sebagai penyalur BPNT berhak memilih dan membeli kepada pedagang bahan makanan.

Faktor kedua disebabkan ketidaktahuan KPM, yang dapat mengambil bahan makanan di E Warong, asalkan sesuai dengan patokan harga eceran tertinggi dari Disperindag. Sehingga mereka bisa memilih bahan makanan, sebab selama ini KPM hanya menerima paket yang telah dibungkus oleh E Warong.

“Yang punya hak adalah KPM, jadi kalau KPM nanti misalnya menerima tidak sesuai boleh minta ganti,” kata Bupati Husein.

Baca Juga :   Harga Daging Sapi di Pasar Banyumas Alami Kenaikan Signifikan

Berdasarkan hasil temuan ini, Bupati Banyumas mengatakan akan melakukan pertemuan dengan Dinas terkait untuk melakukan sosialisasi kepada penyalur BPNT. Mereka merdeka memilih untuk membeli bahan makanan, selain itu diminta agar tidak takut kepada perintah atau intimidasi dari sejumlah pihak untuk memilih suplayer. (*)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Googlenews. silahkan Klik Tautan https://bit.ly/googlenewsmitrapost dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Video Viral