oleh

5 Situs di Kawasan Borobudur Akan Direvitalisasi Tahun Ini

anda ingin cepat kaya kerja sambil jalan - jalan di luar negeri? dan dapatkan gaji jutaan rupiah!! hubungi 0821-3869-9954

Magelang, Mitrapost.com – Sebanyak lima situs di Kawasan cagar budaya Borobudur akan direvitalisasi pada tahun ini.

Program revitalisasi ini dilakukan oleh Ditjen Kebudayaan Kemendikbudristek RI melalui Balai Konservasi Borobudur.

Adapun lima situs yang direvitalisasi adalah Situs Plandi, Samberan, Brongsongan, Dipan dan Bowongan.

“Kelima situs ini menarik, namun yang paling menarik adalah situs Samberan karena sudah terlihat bentuk candinya disana,” kata Koordinator Perlindungan Balai Konservasi Borobudur, Muhammad Taufik, Jumat (15/4).

Taufik menjelaskan pada 2022 ini proses ekskavasi situs Samberan akan dimulai untuk menampakkan seluruh struktur candi dari situs tersebut.

“Setelah kita dapat tampakkan struktur candinya, kita juga akan perkuat terkait dengan narasi situs Samberan ini terutama dari aspek toleransinya,” lanjutnya.

Baca Juga :   Kesenian Tradisional Tiap Minggu, Mampu Tarik Wisatawan

Taufik menjelaskan budaya toleransi sudah ada sejak dahulu. Terbukti Candi Borobudur yang merupakan Candi Buddha, di sekelilingnya terdapat candi-candi yang berlatar agama Hindu. Menurutnya narasi terkait toleransi ini yang menarik untuk diangkat.

“Nah di Situs Samberan ini berlatar agama Hindu, uniknya lagi situs ini memakai batu bata untuk struktur candinya, bukan batu andesit yang seperti umumnya candi yang ditemukan,” jelas Taufik.

Taufik menjelaskan bahwa pada waktu itu, masyarakat Jawa sudah mengenal teknologi yang cukup tinggi, seperti pembakaran batu bata, strukturnya dan lain sebagainya.

“Situs Samberan ini akan kita buka semuanya. Dan kita buatkan shelter. Jadi pengunjung nanti akan naik di shelter itu untuk melihat candi. Jadi tidak naik di struktur candi,” imbuhnya.

Baca Juga :   Genduk Manis, Aplikasi Pelayanan Kependudukan di Masa Pandemi

Taufik memaparkan terkait program revitalisasi, upaya pembebasan lahan juga akan dilakukan tahun ini. Dari kelima situs yang menjadi sasaran revitalisasi, lahan yang akan dibebaskan sebanyak 1,6 hektar dan masyarakat di sekitar situs sudah setuju terkait pembebasan lahan tersebut.

“Untuk dana revitalisasi berasal dari pemerintah pusat. Dengan harapan pengunjung tidak lagi terkonsentrasi ke Borobudur namun ke daerah sekitarnya. Jadi hal itu dapat meningkatkan perekonomian masyarakat juga,” harapnya.

Program revitalisasi tersebut disampaikan Taufik harus selesai tahun ini dan akan dimulai pada Juli. (*)

 

Komentar