oleh

Kerajinan Berbahan Dasar Limbah, Tembus Pasar Mancanegara

anda ingin cepat kaya kerja sambil jalan - jalan di luar negeri? dan dapatkan gaji jutaan rupiah!! hubungi 0821-3869-9954

Magelang, Mitrapost.com – Kerajinan berbahan dasar limbah yang merupakan produk lokal asli Borobudur, nyatanya mampu menembus hingga pasar mancanegara, seperti negara Spanyol.

Salah satunya adalah kerajinan berbahan dasar limbah ramah lingkungan yang diproduksi oleh Kriya Kayu Rik Rok.

“Kami kerja sama dengan perajin, ada yang batik tulis ada yang nitip (jual di galeri Rik Rok). Kalau nggak, kita beli langsung (batiknya). Terus ada produk yang diminati Pak Ganjar itu ada kaos Megatruh itu temannya Pak Ganjar dulu desainernya dari UGM,” ujar Purwanto, yang akrab disapa Ipung, pemilik Kriya Kayu Rik Rok Borobudur.

Berdiri sejak 1998, Ipung mengungkapkan terdapat dua versi sejarah asal-usul berdirinya Kriya Kayu Rik Rok yang berlokasi di Wanurejo, Borobudur ini, yaitu versi marketing dan versi historis kearifan lokal.

Versi kearifan lokal yaitu pada saat ia memiliki pesanan dari Spanyol berupa gangsing dengan bahan baku berupa kayu berbentuk segitiga dari Spanyol bertuliskan Rik Rok. Sedangkan versi marketing, yaitu pada saat ia mengikuti pameran Inacraft di Jakarta. ia mendapat masukan dari wartawan media nasional yang mengatakan filosofi Rik Rok lebih menarik jika diambil dari suara jangkrik, atau suara alam. Akhirnya ia memutuskan produknya menggunakan merek Rik Rok dan langsung didaftarkan ke Dirjen HAKI.

Baca Juga :   Pentaque, Cabor Baru Yang Mulai Dikenal Masyarakat Batang

“Dengan perjalanan waktu kita sudah 20 tahun berarti 2 kali dalam perjalanan waktu, Rik Rok itu ada 2 versi. Rik Rok dari nama sebuah produk gangsing yang kita kirim ke Spanyol, yang kedua tatkala kita pameran di Inacraft Jakarta dan akhirnya dibikin biar menjual, Rik Rok itu jangkrik yang masih tinggal di lembah, belum kena polusi. Terus hasil karya anak-anak desa filosofinya bersahut-sahutan tapi tidak sambil menjegal, namun menjaga keharmonisan hidup menjadikan sebuah suara yang merdu rik rok rik rok,” ungkap Ipung sambil menirukan suara jangkrik.

Ipung juga mengungkapkan bahwa terdapat produk unik yang diproduksi, diantaranya adalah pensil gaul.

Pensil ini dibuat seperti boneka yang terbuat dari kayu, dengan ditambah kepala yang berasal dari biji nyamplung, kemudian setelahnya dihiasi dengan menggunakan pakaian adat nusantara.

“Kenapa kita pakai nyamplung, tatkala itu kepalanya (kalau) pakai kayu kostnya lebih tinggi,” tuturnya.

Dalam penjualanya, ia memberi harga yang berbeda antara pembeli lokal dan turis mancanegara. Ia membandrol harga Rp2.500-Rp3.000 untuk pembeli lokal. Namun untuk turis mancanegara, ia menjualnya seharga setengah dollar.

Baca Juga :   Kelengkeng, Jadi Komoditas Primadona Petani dengan Hasil Menjanjikan

“Karena jika terlalu murah, orang luar akan menggapnya barang murahan, sehingga saya naikan harga sedikit untuk turis mancanegara,” kata ayah satu anak ini.

Selain pensil gaul, dirinya juga memproduksi pensil kayu, yang memiliki perbedaan pada bagian model hiasan.

“Pensil kayu itu hiasan produknya berupa biota laut dan kontemporer. Kontemporer itu tidak produk binatang saja tapi misalnya bentuk baju, kaos, stupa gitu tapi dengan kayu varian. Kayunya warna kayu alami, jadi kalau kuning kayu nangka, kalau hitam kayu sonokeling, kalau putih kayu damar, jadi warnanya natural warna kayu,” jelas Ipung lelaki berusia 56 tahun ini.

Ipung mengatakan, terdapat kurang lebih 125 model pensil gaul dan 100 model hiasan pensil kayu. Sehingga semakin menarik minat pembeli.

Penggunaan bahan baku kayu sangat bervariasi, tidak hanya digunakan sebagai pembuat hiasan pensil saja. Hiasan pada pensil kayu dapat di-breakdown menjadi beberapa hiasan atau kerajinan lain seperti gantungan kunci, bandul kalung, magnet kulkas, dan lebih tipis lagi dapat dijadikan sebagai pembatas buku atau penyobek amplop (pisau surat).

Baca Juga :   Dukung Pariwisata, Pelaku Kesenian Didorong Lebih Kreatif dan Inovatif

Selain menjual produk, Kriya Kayu Rik Rok juga melayani wisata edukasi anak TK hingga SMA. Terdapat berbagai macam pilihan dengan budget yang berbeda pula, yaitu pembuatan pensil gaul, batik, topeng, sapu tangan ataupun gantungan kunci.

Ipung yang memiliki hobi bersosialisasi ini menuturkan, dalam produksinya, kerajinan Kriya Kayu Rik Rok selalu mengikuti trend. Apabila sudah kuno, barang tersebut tidak akan diproduksi lagi. Seperti mobil kayu yang sekarang sudah tidak diproduksi lagi karena sudah banyak yang membuat di daerah lain.

“Kalau mobil-mobilan kami udah nggak bikin karena yang namanya kerajinan ada trendnya. Kalau dimana saja ada (produknya) gitu kan, modelnya sudah nggak eksklusif lagi, itu akhirnya bosan harus cari inovasi yang lain,” kata dia. (*)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Googlenews. silahkan Klik Tautan https://bit.ly/googlenewsmitrapost dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Video Viral

Komentar