oleh

Pemkab Rembang Pastikan Prokes Aman Selama Kirab Syawalan

anda ingin cepat kaya kerja sambil jalan - jalan di luar negeri? dan dapatkan gaji jutaan rupiah!! hubungi 0821-3869-9954

Rembang, Mitrapost.com – Tahun ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang menggelar tradisi syawalan secara meriah meski di tengah pandemi Covid-19. Syawalan digelar di Taman Rekreasi Pantai (TRP) Kartini, Rembang pada Senin (9/5/2022).

Kendati perayaan tersebut digelar sebelum pandemi Covid-19 berakhir, pihak penyelenggara memastikan tetap menjaga protokol kesehatan khususnya di lokasi berlangsungnya acara.

“Dalam pelaksanaan syawalan ini kami tetap melaksanakan dengan protokol kesehatan sesuai dengan ketentuan,” ungkap Mutaqin selaku Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang.

Dalam kegiatan tersebut, iring-iringan musik tradisional pun tampak memecah suasana di bawah terik matahari di Kota Garam itu.

Mutaqin turut menyampaikan apresiasi pada grup Tongtongklek yang bersedia memeriahkan acara syawalan tersebut meski tak menjadi juara pertama pada lomba yang digelar sebelumnya.

Baca Juga :   Banyak Jalan Rusak Akibat Diguyur Hujan, Rembang Mulai Kebut Perbaikan

“Kita memberikan apresiasi kepada grup Tongtongklek dari Desa Mondoteko kemarin mendapatkan juara III pada Pesta Tongtongklek Tradisional, kami bermaksud menghadirkan juara I, akan tetapi anggotanya merupakan siswa yang saat ini kembali ke sekolah,” terangnya

Selain aturan protokol kesehatan, suasana perayaan syawalan juga nampak meriah saat masyarakat berebut ketupat yang telah disajikan dalam bentuk gunungan.

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, acara syawalan dan rebutan kupat saya nyatakan dibuka,” kata Bupati Rembang, Abdul Hafidz.

Berbagai kegiatan dalam rangka syawalan ini akan berlanjut hingga Selasa (10/5/2022) malam besok pada acara Rembang Bersholawat dan Do’a Bersama dengan mengundang salah satu pemuka agama dari DKI Jakarta yakni Habib Anis Syahab.

Baca Juga :   Pendaftar Guru Penggerak di Rembang Mencapai 921 Peserta

Dengan kembalinya kirab budaya syawalan di Kota Garam itu diharap keluhan seniman akan  sulitnya mengadakan pagelaran selama pandemi Covid-19 dapat terjawab di tahun ini. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Googlenews. silahkan Klik Tautan https://bit.ly/googlenewsmitrapost dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Video Viral

Komentar