oleh

Tekan Penyebaran Virus PMK, Satgas di Tingkat Kecamatan Disiapkan

anda ingin cepat kaya kerja sambil jalan - jalan di luar negeri? dan dapatkan gaji jutaan rupiah!! hubungi 0821-3869-9954

Blora, Mitrapost.com – Sebagai upaya untuk menekan penyebaran virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Satuan Tugas (Satgas) terkait disiapkan di tingkat kecamatan yang ada di kabupaten Blora.

Dengan adanya satgas tersebut, diharapkan dapat menekan laju penyebaran PMK di kabupaten Blora, sehingga tidak semakin meluas.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati, S.T., M.M., mewakili Bupati Blora H. Arief Rohman, S.IP., M.Si. dalam rapat koordinasi dengan perangkat daerah dan camat se- Blora pada Jumat (27/5/2022).

Wabup menambahkan, saat ini virus PMK telah menjangkit sejumlah hewan ternak yang ada di kabupaten Blora, khususnya pada sapi.

Koordinasi dengan DP4 juga terus dilakukan dalam melakukan upaya tindakan di lapangan. “Anjuran dari Gubernur perlunya karantina juga harus dilakukan,” tanda Wabup Tri Yuli.

Baca Juga :   Pembangunan Bendungan Randugunting Blora Selesai, Akan Diresmikan Bulan Ini

Melalui Satgas di tingkat kecamatan, imbuhnya, nantinya akan mempermudah koordinasi dengan pihak terkait untuk pencegahan dan penanganan PMK.

“Para camat se-Blora, saya berharap segera membuat satuan tugas (satgas) dengan forkopimcam, nanti berkoordinasi dengan kepala desa, dan nanti khususnya dengan Dinas P4 melaporkan terkait PMK dan langkah-langkah yang diperlukan,” tambahnya.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Blora, Kiswoyo S.H., M.Si. juga menjelaskan, saat ini telah dilakukan penutupan sementara pasar hewan hingga penyekatan masuknya sapi dari daerah lain di sejumlah titik.

“Mulai pagi hari ini 27 Mei 2022 sampai dua minggu ke depan, ini harus kita lakukan agar PMK di Blora tidak meluas,” terang Kiswoyo.

Baca Juga :   Dua Kecamatan Zona Merah, Blora Gencar Sosialisasi Prokes

Ia menilai, penutupan sementara ini akan dilakukan selama beberapa waktu ke depan, dengan memperhatikan perkembangan PMK di kabupaten Blora sendiri.

Selain itu, lanjutnya, penyekatan di sejumlah titik dilakukan dalam rangka antisipasi masuknya sapi dari daerah lain yang terjangkit ke Blora.

“Hari ini kita sudah dilaksanakan penyekatan untuk hewan terutama sapi dari luar daerah yang masuk ke Blora di beberapa titik kerjasama dengan Polres untuk mengantisipasi penyebaran penyakit PMK di Blora,” imbuhnya.

Pihaknya juga berharap, agar camat untuk meneruskan informasi kepada masyarakat bahwa apabila hewan ternak terindikasi atau suspek PMK, untuk selanjutnya bisa dilakukan karantina.

Diketahui, Blora merupakan salah satu daerah yang memiliki populasi sapi yang terbesar di Jawa Tengah.

Baca Juga :   Dewan Blora Tinjau Pelaksanaan Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

Berdasarkan data yang ada di DP4 Blora, jumlah populasi sapi pada tahun 2021 bahkan mencapai 275.741 ekor. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Googlenews. silahkan Klik Tautan https://bit.ly/googlenewsmitrapost dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Video Viral

Komentar