oleh

Dua Minggu Gelar OPS Patuh Candi, Satlantas Polres Pati Jaring 7.238 Pelanggar

Pati, Mitrapost.com – Total sebanyak 7.238 pengguna kendaraan bermotor terjaring melakukan pelanggaran lalu lintas pada Operasi (OPS) Patuh Candi 2022 yang digelar oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pati selama dua Minggu yakni 13-26 Juni 2022.

Berdasarkan keterangan dari Kepala Urusan Pembinaan Operasi (KBO) Satlantas Polres Pati, IPDA Muslimin menerangkan bahwa sebanyak 4.868 pelanggaran tilang melalui Electronic Traffic Low Enforcement (ETLE) dengan mobile.

“Secara total selama 2 Minggu kita rutin lakukan OPS ada total 7.238 kasus pelanggaran. Untuk sistem ETLE Mobile ada 4.868 yang dilakukan penilangan dengan menggunakan kamera,” katanya saat dihubungi oleh tim mitrapost.com pada Senin (27/6/2022).

Sedangkan sebanyak 2.370 diantaranya kasus pelanggaran ringan yang hanya mendapatkan teguran dan edukasi dari petugas kepolisian.

Baca Juga :   Operasi Patuh Candi 2022, 34.677 Pelanggaran Lalu Lintas Terekam Kamera ETLE

Menurutnya OPS Patuh Candi 2022 yang baru pertama kali menggunakan sistem ETLE Mobile tersebut terdapat peningkatan yang signifikan kasus pelanggaran yang dilakukan oleh pengguna kendaraan bermotor.

Melalui data yang disampaikan untuk kasus pelanggaran yang mendapat teguran pada OPS Patuh Candi 2021 hanya terdapat 410 pelanggar. Sehingga terdapat kenaikan sebanyak 478 persen.

“Jadi ETLE inikan baru pertama kali ya mas, yang jelas ada kenaikan, kalau datanya saja untuk yang teguran tahun kemarin 410 kasus,” terangnya

Dari kasus pelanggaran tilang yang ditemukan oleh Satlantas Pati pada OPS Patuh Candi 2022 tersebut didominasi jenis pelanggaran tidak menggunakan helm.

Setidaknya terdapat sebanyak 2.673 perkara tidak menggunakan helm maupun dengan helm tidak standar nasional Indonesia (SNI).

Baca Juga :   Video : Operasi Patuh Candi Selama 2 Pekan, Polda Jateng Garuk Puluhan Ribu Pelanggar Lalu Lintas

Kemudian pelanggaran yang mendominasi di bawahnya yakni penggunaan knalpot brong terdapat sebanyak 924 kasus.

“Mayoritas yang kami temukan tidak menggunakan helm, jadi ini perlu adanya imbuan khusus harusnya. Padahal helm itukan penting. Secara data ya ada 2.673 kasus tidak gunakan helm,” pungkas IPDA Muslimin. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Googlenews. silahkan Klik Tautan https://bit.ly/googlenewsmitrapost dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Video Viral