oleh

Polisi Amankan Pengedar Obat Farmasi Tanpa Izin Edar

anda ingin cepat kaya kerja sambil jalan - jalan di luar negeri? dan dapatkan gaji jutaan rupiah!! hubungi 0821-3869-9954

Mitrapost.com – Pihak kepolisian mengamankan seorang pria pengedar obat farmasi tanpa izin edar yang didapatkan dari online shop.

Pengedar tersebut merupakan seorang pemuda yang merupakan warga Pandeglang, yang berhasil diamankan oleh Satresnarkoba Polres Pandeglang.

Pelaku berinisial NA (21) diringkus di Menes Pandeglang, ketika tengah mengedarkan obat farmasi tanpa izin edar pada Minggu (26/6/2022).

Ribuan butir obat juga berhasil diamankan dengan jenis tramadol dan hexymer yang didapatkan pelaku dari online shop.

Kasat Resnarkoba Polres Pandeglang AKP Hilman Robiana membenarkan peristiwa penangkapan tersebut.

“Ya Satresnarkoba Polres Pandeglang telah mengamankan NA (21) laki-laki karena diduga telah mengedarkan obat farmasi tanpa izin di pinggir jalan daerah Menes Pandeglang,” ujar Hilman, hari ini Selasa (28/06/2022).

Baca Juga :   Video : Terjadi Lagi, Seorang Oknum Guru Cabuli 2 Siswinya di Pandeglang

Berdasarkan hasi interogasi yang telah dilakukan, pelaku mengaku bahwa masih terdapat obat tablet merek tramadol HCI dan hexymer di kontrakan miliknya, yang beralamatkan di Tangerang.

“Setelah dilakukan interogasi kemudian kami lakukan pengembangan tepatnya pada hari Senin (27/06) sekitar pukul 02.00 Wib bertempat di kontrakannya yang beralamat di Kota Tanggerang ditemukan obat tablet merek Tramadol HCI  sebanyak 10  butir dan obat tablet berwarna Kuning bertuliskan mf (Hexymer) sebanyak 2000  butir,” papar Hilman.

“Dan NA mengaku obat tablet merek Tramadol HCI dan obat tablet berwarna Kuning bertuliskan mf (Hexymer) dibelinya melalui online Shopee,” sambungnya.

Ia menjelaskan, penangkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat. Kemudian polisi melakukan penyelidikan dan akhirnya pihaknya berhasil mengungkap peredaran obat farmasi tanpa izin edar tersebut.

Baca Juga :   Polisi Usut Dugaan Penjarahan Wisma Persebaya di Jatim

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku terancam Pasal 197 atau Pasal 196 Undang – Undang Nomor 36 tentang kesehatan dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. (*)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Googlenews. silahkan Klik Tautan https://bit.ly/googlenewsmitrapost dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Video Viral

Komentar