oleh

Semarang Fashion Trend 2022 Berlangsung Hingga Besok

anda ingin cepat kaya kerja sambil jalan - jalan di luar negeri? dan dapatkan gaji jutaan rupiah!! hubungi 0821-3869-9954

Semarang, Mitrapost.com – Event Semarang Fashion Trend 2022 kembali digelar dan akan berlangsung selama tiga hari.

Pada saat pembukaan Semarang Fashion Trend 2022, di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Semarang, Kamis (4/8/2022), Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Tengah Atikoh Ganjar Pranowo menilai bahwa untuk mengenalkan sebuah karya, maka harus diviralkan.

Seperti halnya yang sedang ramai dewasa ini, yaitu kegiatan Citayam Fashion Week. Dimana kegiatan ini dikenal masyarakat luas karena tengah viral.

“Seperti Citayam Fashion Week, mengapa bisa dikenal? Karena trend. Dari itu, kita bisa belajar, bagaimana karya desainer Jateng bisa viral. Harus ada aksi yang out of the box, misalnya di Simpanglima, agar bisa diakses masyarakat luas. Kalau eventnya menarik, akan ada ketertarikan masyarakat yang semula tidak berniat melihat,” bebernya.

Baca Juga :   Sinovac Tiba di Jateng, Pemkot Semarang Targetkan 1 Juta Warga Divaksin

Atikoh juga mengatakan bahwa dengan adanya berbagai produk fesyen yang diciptakan, perlu didorong dengan daya beli masyarakat. Kemudian, dengan produk yang kreatif, akan semakin meningkatkan daya ungkit yang semakin tinggi.

Terlebih, dengan potensi yang ada di Jateng, seperti bahan baku batik, lurik, bordir, bahkan sumberdaya manusia yang banyak.

“Captive market juga banyak. Tinggal didorong daya beli masyarakat. Makin kreatif, daya ungkit untuk Jawa Tengah juga makin tinggi,” terang Atikoh.

Disinggung mengenai perkembangan bisnis fesyen belakangan ini, Atikoh menyampaikan, seiring pertumbuhan ekonomi setelah dua tahun pandemi, bisnis fesyen juga bergerak naik.

“Agenda-agenda pemerintahan, pesta-pesta.seperti pernikahan, acara masyarakat sudah mulai pulih, sehingga teman-teman desainer harus bisa menangkap pasar. Peluang ini luar biasa, tentu harapannya bisa diviralkan, bisa dimasyarakatkan, sehingga tren-trend itu nantinya bisa tersosialisasi dengan baik,” ujarnya.

Baca Juga :   Undang Veteran Naik Podium, Ini Pesan Ketua Legiun Veteran Jateng pada HUT RI

Atikoh mengapresiasi karya sejumlah desainer yang ditampilkan saat pembukaan. Menurutnya, busana mereka bervariasi, mulai gaun, baju muslim, pakaian remaja, yang semuanya menggunakan bahan lokal. Seperti kain batik, tenun, jumputan, bordir.

“Dengan menggunakan bahan lokal, harapannya perajin dapat manfaat, desainer dapat beraktivitas, berkreasi, dan masyarakat juga mendapat manfaatnya,” tandas Atikoh.

Ketua Pelaksana Semarang Fashion Trend Ina Priyono menyampaikan, event tersebut merupakan kali ketiga diselenggarakan. Namun, berbeda dengan event sebelumnya, pagelaran kali ini berlangsung tiga hari, yakni 4-6 Agustus 2022.

“Kali ini juga ada exhibition-nya, competition-nya, dan pesertanya pun dari Sabang sampai Merauke. Semua ingin meramaikan Semarang,” jelasnya. (*)

Komentar